Aktivis UNAIR Ciptakan “SPLITTER” Software Digital Marketing Berbasis Artificial Intelligence. Thursday, 20 June 2019 16:16

UNAIR NEWS – Pengiklanan online atau yang biasa disebut digital marketing merupakan pilar konten bebas di web yang telah merevolusi pemasaran bisnis dalam beberapa tahun terakhir dengan menciptakan segudang peluang baru bagi pengiklan untuk menjangkau calon pelanggan. Dengan tujuan utamanya mentarget langsung calon konsumen secara personal.

Untuk itu, banyak sekali data pengguna yang dikumpulkan, digabungkan, diproses, dan diperdagangkan dibelakang layar dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Digital Marketing tentu menjadi peluang yang menggiurkan bagi para penjual (calon pengiklan) dalam mempromosikan dagangannya.

Menurut data yang di rilis oleh eBizMBA tahun 2019, Google  menempati peringkat pertama pada kategori website dengan pengunjung terbanyak dan search engine terbesar di dunia yang mencapai 1,6 Milyar setiap bulannya. Data tersebut menunjukkan adanya peluang besar jika seseorang ingin memasarkan produk bisnisnya melalui google. Salah satu platform digital marketing yang telah di sediakan google bagi para advertiser adalah Google Adwords.

Permasalahan yang seringkali dirasakan oleh para pengiklan adalah lamanya proses analisis evaluasi performa iklan serta sulitnya dalam pembacaan data. Selain itu, karena banyaknya data yang harus dianalisa dan dibandingkan satu sama lain, pengiklan mengalami kesulitan dalam menilai kinerja iklan. Padahal evaluasi performa iklan berperan sangat penting dalam mencapai kinerja iklan tertinggi yang juga akan berdampak pada meningkatnya omset usaha.  

Oleh karena itu, tim PKM Universitas Airlangga yang beranggotakan Muhammad Fairuzzuddin Zuhair (Mahasiswa S1 Matematika), Inas Pramitha Abdini Haq (Mahasiswa S1 Kesehaatan Masyarakat) dan Davin Azaria Rianda (Mahasiswa S1 Teknobiomedik) ini menciptakan sebuah prototype software digital marketing yang bernama “SPLITTER”.

“Software ini menggunakan basis artificial intelligence yang menggunakan metode analitik Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) yang dikembangkan dari metode AHP dengan menggunakan pendekatan fuzzy,” jelas Fairuz selaku ketua tim.

 Tidak hanya itu, Fairuz juga mengatakan bahwa berdasarkan literatur yang dibaca, dengan adanya hybrid fuzzy, disiplin ilmu Artificial Intelligence, dengan metode AHP itu dapat memberikan hasil keputusan yang akurat dengan melihat beberapa ketidakpastian.Selain itu, lanjut Fairuz metode itu telah terbukti cocok digunakan untuk menyelesaikan permasalahan multi-criteria decision making (MCDM) yang memiliki banyak sifat subjektif.

“Dengan adanya software ini diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan yang dialami oleh setiap pengiklan google adwords dalam mengevaluasi performa kata kunci sehingga  pengiklan dapat mencapai kinerja iklan tertinggi yang berdampak dalam meningkatnya omset usaha,” pungkasnya.

Sumber : http://news.unair.ac.id/2019/06/19/aktivis-unair-ciptakan-splitter-software-digital-marketing-berbasis-artificial-intelligence/

Tags : Excellence with Morality, Airlangga University, Campus Living