Universitas Airlangga Official Website

Meningkatkan Komitmen Profesional pada Perawat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Foto by Suara Surabaya

Profesi perawat adalah unik. Mereka tidak hanya harus memiliki kompetensi tetapi juga membutuhkan tanggung jawab moral dan etika untuk merawat pasien (Moody & Pesut, 2006). Mereka memiliki peran penting dalam kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien (Enwereuzor, Ugwu, & Eze, 2018). Perawat harus memiliki komitmen profesional terhadap profesinya (Claudia, AA & Araujo & K, F. F, 2018).  Perawat dengan komitmen profesional yang tinggi dicirikan memiliki keyakinan yang kuat akan  tujuan professional dan memiliki keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan profesi serta kemauan untuk menggunakan upaya mereka untuk memajukan profesi. Komitmen profesional mengacu pada keterikatan individu dalam profesi atau, dengan kata lain, pada kekuatan identifikasi individu dengan profesi (Cho & Huang, 2012).

Keperawatan adalah profesi dengan tuntutan emosional dan fisik yang tinggi karena memerlukan kontak tatap muka dengan pasien dan keluarganya, dan perawat menghadapi   penderitaan, rasa sakit bahkan kematian  pasien  (Czaja, Lumut, & Mealer, 2012). Profesi keperawatan perlu memiliki Person-job fit. Person-job fit didefinisikan sebagai kesesuaian antara kemampuan seseorang dan tuntutan pekerjaannya, atau kebutuhan dan keinginannya dengan ketersediaan pekerjaan (Kristof & Guay, 2011). Kesesuaian orang-pekerjaan mengacu pada kesesuaian antara individu dan pekerjaan mereka (Edwards, 1991; Kristof, 1996). Edwards (1991) mengemukakan bahwa ada dua perspektif dalam person-job fit, yaitu perspektif demand-abilities (DA-fit) dan perspektif supply-value (SV-fit). Dari perspektif DA-fit, kongruensi dapat dicapai ketika individu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang cukup untuk memenuhi tuntutan pekerjaan mereka. Sedangkan dalam perspektif SV-fit, kongruensi dapat dicapai bila ada penawaran pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan keinginan individu.

Disisu lain dari perspektif DA-fit, perawat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang cukup untuk menyesuaikan tuntutan pekerjaannya, akan mempengaruhi efikasi diri perawat. Perawat akan memiliki kemampuan dalam melakukan tugas dan kinerja yang terbaik (Bandura, A. 1997; Bradley, Browne, & Kelley, 2017). Namun, dalam perspektif SV-fit, perawat yang bekerja memiliki kesesuaian dengan preferensi dan keinginan mereka akan memberikan kepuasan kerja (Wang, M.et al., 2011).Kepuasan kerja merupakan suatu kondisi emosional yang menyatakan suatu kondisi kesenangan. Ini hasil dari penilaian prestasi pekerjaan individu untuk prestasi berharga mereka. Self-efficacy dan kepuasan kerja akan mempengaruhi profesional perawat.

Sebagian besar penelitian berfokus secara umum pada kecocokan orang-pekerjaan  (Enwereuzor et al., 2018; Y. Peng & Mao, 2015; Risman, K., et.al., 2016). Penelitian ini tidak hanya berfokus pada kecocokan orang-pekerjaan  tetapi juga mengkaji kecocokan pekerjaan dari perspektif DA-fit dan SV-fit secara terpisah. Kesesuaian pekerjaan seseorang dapat dihasilkan dari hasil yang berbeda jika ditinjau dari kedua perspektif. Profesi keperawatan tidak hanya harus kompeten tetapi juga harus memiliki respon yang lebih emosional untuk bertatap mengadapi  pasien.. Pekerjaan unik ini menuntut beberapa perawat profesional tidak hanya memiliki kemampuan dan keterampilan (DA-fit) tetapi juga passion. Mereka cocok dengan atribut pekerjaan (SV-fit). Perawat yang memiliki efikasi diri dalam melakukan tugas secara intrinsik merasa puas dengan pekerjaannya. Ini akan meningkatkan komitmen profesional afektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh job fit seseorang dari dua perspektif, DA-fit dipengaruhi self-efficacy, dan pengaruh SV-fit terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, penelitian ini juga menguji pengaruh efikasi diri dan kepuasan kerja terhadap komitmen profesional afektif.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan profesional afektif melalui Person Job-fit dalam dua perspektif, yaitu perspektif Demand-Abilities (DA-fit) dan perspektif Supply-Value (SV-fit). Person Job-fit, DA-fit akan mempengaruhi self-efficacy, dan Person Job-fit, SV-fit akan mempengaruhi kepuasan kerja. Self-efficacy dan kepuasan kerja akan membangun komitmen profesional afektif perawat. Sampel penelitian adalah 187 perawat di rumah sakit swasta, yang direkrut melalui simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Person Job-fit (DA-fit) berhubungan positif dan signifikan dengan efikasi diri. Person Job-fit (SV-fit) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Efikasi diri dan kepuasan kerja berindikasi positif dan signifikan terhadap komitmen profesional afektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa Kompetensi dan passion sangat penting dalam profesi keperawatan. Implikasi praktisnya, khususnya dalam memberikan kualitas layanan terbaik kepada pasien, profesi keperawatan di dalam proses rekrutmen harus mempertimbangkan passion dan kompetensi perawat.

Penulis: Dr. Praptini Yulianti, SE, Msi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami: Praptini Yulianti, Noorlaily Fitdiarini (2022). Increasing Nurses’ Affective Professional Commitment through

Person Job-Fit. Journal Manajemen Teori dan Terapan. Volume 15, Issue 1, 2022. pp: 121-131. https://e-journal.unair.ac.id/JMTT/article/view/33481/17603