Universitas Airlangga Official Website

Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Sidaguri dari Dua Lokasi Berbeda

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Foto by Nakita

Sidaguri (Sida rhombifolia) merupakan salah satu komponen herbal yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Metabolit yang terkandung dalam Sidaguri bervariasi tergantung pada asal geografisnya. Pada artikel ini dilaporkan kandungan senyawa metabolit sekunder dari sidaguri yang diambil dari dua daerah di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yaitu Batu (SB) dan Ngawi (SN). Kedua sampel tersebut ditentukan kandungan metabolit sekundernya dengan menggunakan LC-MS/MS. Mereka juga dievaluasi untuk kandungan fitokimia, kandungan fenolik total (TPC), dan aktivitas antioksidan, menggunakan metode DPPH dan ABTS. TPC tertinggi (126,93 ± 0,63 mg GAE / g) diamati dalam fraksi etil asetat SN.

Aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan ABTS dari ekstrak kasar dan fraksi menunjukkan bahwa SB lebih poten daripada SN, meskipun nilai keduanya kurang aktif. Sebanyak 54 sekunder metabolit diidentifikasi dengan metode LC-MS-MS dari kedua spesies, dengan sampel SB menghasilkan lebih banyak sekunder metabolit (48 senyawa) daripada SN (37 senyawa). Senyawa ini termasuk dalam golongan lipida, alkaloid, ester, lakton, turunan asam benzoat, steroid, turunan asam karboksilat, flavonoid, dan fenil propanoat.

Penulis: Nanik Siti Aminah

Uraian lebih jauh terkait penelitian ini disajikan secara lengkap pada artikel yang diterbitkan oleh jurnal “Rasayan Journal of Chemistry” (RJC, Vol. 15 | No. 1 |642-650| January – March | 2022)” dengan judul sebagai berikut:

COMPARATIVE STUDY OF Sida rhombifolia FROM TWO DIFFERENT LOCATIONS”  

dengan penulis:

Erlinda Rohmatul Laili, Nanik Siti Aminah*, Alfinda Novi Kristanti, Andika Pramudya Wardana, Mohamad Rafi (IPB), Abdul Rohman (UGM), Muhamad Insanu (ITB), Khun Nay Win Tun (Pathein University-Myanmar)

link sebagai berikut: http://dx.doi.org/10.31788/RJC.2022.1516588