Universitas Airlangga Official Website

Sosialisasi P2MW Ulas Teknis, Persyaratan, dan Alur Program

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Sesi pemaparan materi Sosialisasi P2MW oleh Angga Erlando M Ec Dev. (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) adalah salah satu program yang diinisiasi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Ristek). Program tersebut bertujuan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. 

Mengenai itu, Angga Erlando M Ec Dev, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dalam sosialisasi P2MW pada Selasa (18/5), menyebutkan bahwa tujuan diadakannya program itu untuk memberikan secara intens pembinaan pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Diharapkan mahasiswa yang terpilih untuk melakukan pembinaan terhadap usahanya dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat Indonesia. 

“Kenapa ada P2MW, karena ada urgensi mahasiswa yang berwirausaha, dimana mahasiswa yang berwirausaha ini diharapkan bisa bermanfaat untuk keluarga, teman, hingga masyarakat indonesia itu sendiri,” ujarnya.

Selanjutnya ia juga menjelaskan, tingkat kewirausahaan Indonesia termasuk cukup rendah di antara negara-negara ASEAN. Sehingga, hadirnya P2MW ini adalah untuk mendukung penguatan mahasiswa dari sisi kewirausahaan. 

Tidak hanya itu, sambungnya, persyaratan untuk dapat mengikuti program ini secara esensial sama dengan persyaratan Kegiatan Berwirausaha Mahasiwa Indonesia (KBMI) tahun lalu. Yakni mahasiswa aktif jenjang sarjana maksimal semester tujuh dan terdaftar di PPDIKTI sesuai prodi pada perguruan tinggi, memiliki kelompok berjumlah tiga sampai lima orang yang tersusun dari ketua dan anggota.

“Selain itu, minimal sudah memiliki prototype usaha dibuktikan dengan dokumentasi produk, dan proposal usaha yang diusulkan tidak sedang menerima pendanaan sejenis dari sumber APBN,” jelasnya. 

Usaha yang dapat didaftarkan pun, sambungnya, terbagi menjadi beberapa kategori. Termasuk di dalamnya kategori makanan dan minuman, produksi/budidaya, industri kreatif, seni budaya dan pariwisata, jasa dan perdagangan, serta teknologi terapan. Lulusan Program Magister Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada tersebut juga menuturkan potensi yang dimiliki usaha kategori teknologi terapan cukup besar.

“Penerapan teknologi potensinya cukup besar karena penerapan teknologi ini mungkin akan menjadi yang paling sedikit. Kenapa? karena teknologi terapan ini biasanya datang dari kampus yang basis sainteknya kuat. Nah, Universitas Airlangga itu memiliki basis saintek yang kuat,” ucapnya. 

Untuk alur kegiatannya sendiri, jelasnya, akan diawali dengan seleksi internal yang akan dilakukan oleh dosen-dosen UNAIR yang memang ahli di bidang tersebut. Selanjutnya, akan dipilih enam tim dari seleksi tersebut. 

Hasil seleksi, sambung Angga, akan diumumkan di media sosial ataupun kanal-kanal Ditmawa UNAIR. Setelah itu, enam tim tersebut berhak mendapatkan bimbingan lebih lanjut mengenai proposal usahanya, sebelum dikirim ke Direktorat Belmawa pada 5 Juni 2022 mendatang.

“Sebelum tanggal lima  juni, otomatis yang lolos tidak lantas lolos saja. Kita akan dampingi, kita akan poles, sehingga memang sangat eye catching, menarik, dan memiliki jaminan bahwa teman-teman memiliki daya saing di situ,” lanjutnya.

Pada akhir, Angga juga menjelaskan bahwa dana yang didapatkan dari pembinaan tersebut sebanyak maksimal bantuan 20 juta dengan porsi 80% untuk pengembangan usaha mahasiswa dan 20% untuk manajemen pengelolaan bantuan. Untuk alokasi dana yang lebih jelasnya dapat dilihat di akun media sosial Ditmawa UNAIR. 

“Saya anjurkan agar mahasiswa untuk fokus dan memilih rekan tim yang tepat sehingga program dapat terlaksana dengan baik. Yang dibutuhkan oleh teman-teman itu fokus sebenarnya. Dan kalau tim tidak solid, akan kacau juga. Harus saling melengkapi tim itu,” pungkasnya. 

Penulis: Alfiyya Rahmah

Editor: Nuri Hermawan