Universitas Airlangga Official Website

SIKIA Banyuwangi UNAIR Gelar Halalbihalal secara Offline

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Direktur SIKIA Banyuwangi UNAIR Prof Dr dr Soetojo SpU ketika memberikan sambutanya pada Halal bi Halal Keluarga Besar SIKIA Banyuwangi UNAIR. (Foto: Ananda Wildhan)

UNAIR NEWS – SIKIA Banyuwangi UNAIR menggelar halalbihalal pada Kamis (19/5/2022) secara offline. Kegiatan tersebut diikuti seluruh civitas akademika SIKIA Banyuwangi UNAIR. Meski offline, jaga jarak dan protokol kesehatan ketat dilakukan untuk meminimalkan penyebaran covid-19. 

Mengawali kegiatan, Direktur SIKIA Banyuwangi UNAIR Prof Dr dr Soetojo SpU memberikan sambutanya. Prof Soetojo menyebut selama Ramadan segala perbuatan kita dilipatkgandakan. Baik, puasa, berbuat baik, maupun sholat sunnah.

“Saya berharap dosen lebih giat dan memperbanyak penelitian, tenaga pendidik lebih giat lagi dalam bekerja, dan mahasiswa bisa semakin semangat belajar setelah Ramadan ini. Harapannya SIKIA Banyuwangi UNAIR harus lebih baik dari sekarang,” katanya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Askar Kauny Banyuwangi Ustadz Ahmada Saifulloh. Ia mengungkapkan, Ramadan merupakan hadiah yang besar dari Allah SWT. Salah satu keistimewaannya, penghapusan dosa.

“Hadiah tersebut harus kita hargai dan dijaga. Karena, Allah SWT telah memberikan hadiah tersebut dan memberikan rahmatnya dengan kebaikan kebaikan selanjutnya,” ungkapnya.

Setelah Ramadhan, imbuhnya, perlu untuk merenungkan diri bagaimana menatap ke depan. Bagaimana di dalam setiap kehidupan yang dijalani, harus dekat dengan quran, masjid, dan sholat sesuai selama bulan Ramadhan.

“Selain itu, dalam momen halalbihalal keluarga besar SIKIA Banyuwangi UNAIR, kita harus saling memaafkan kepada orang tua kita, teman, dan kerabat. Karena, mereka selalu bersama kita dan mungkin ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Maka, kita harus meminta maaf kepada mereka,” katanya.

Ustadz Kauny berpesan apabila bertemu orang lain, bersikap baiklah kepadanya. Karena, hal tersebut merupakan tanda keimanan. Sebab, sebagai orang yang beriman, sikap baik kepada orang lain adalah cerminan orang beriman. 

“Jangan banyak tertawa karena banyak tertawa mematikan hati. Jangan dekat dengan hal yang haram dan kita harus ikhlas atas apa yang diberikan Allah SWT. Harus baik kepada orang lain dan jangan hura-hura karena kita hidup di dunia ini hanya sementara,” pesannya.   

Penulis : Ananda Wildhan Wahyu Pratama 

Editor: Feri Fenoria Rifai