Universitas Airlangga Official Website

FKH UNAIR Bentuk Tim Tangani Wabah PMK di Jatim

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Sesi diskusi dialog interaktif penyakit mulut dan kuku, Rabu (11/5/2022) malam melalui Zoom Meeting

UNAIR NEWS – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyerang ternak di Jawa Timur. Merespons hal itu, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan dialog interaktif mengundang dinas peternakan dan peternak di beberapa daerah utamanya yang terdampak wabah PMK.

Dialog interaktif yang berlangsung melalui Zoom Meeting dan live YouTube pada Rabu (11/5/2022) malam menghadirkan ketua tim khusus PMK FKH UNAIR Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh dan juru bicara tim PMK FKH UNAIR Prof Dr Mustofa Helmi Effendi drh DTAPH.

Dalam sesi diskusi, Prof Fedik mengatakan agar masyarakat tidak panik berlebihan dalam menghadapi PMK. Ia mengungkapkan bahwa sapi atau hewan ternak yang terjangkit PMK dapat disembuhkan apabila treatment dilakukan dengan baik. Selain itu, Prof Fedik menuturkan, untuk mencegah penyebaran virus dapat dilakukan penyemprotan lantai dan dinding kandang dengan desinfektan.

“Penyemprotan untuk kaki ini juga bisa dengan KMnO4, ini bisa efektif sekali. Selain itu juga mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi,” jelasnya.  

Kemudian, Prof Helmi menuturkan bahwa PMK adalah penyakit yang sangat menular untuk hewan berkuku belah tetapi tidak menular pada manusia. Oleh karena itu, daging dan jeroan pada sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menularkan virus apabila sudah dimasak. 

“Jadi virus PMK ini aman untuk manusia, maka ya tidak apa-apa sebetulnya, dimasak (daging dan jeroan, Red) kemudian diedarkan tidak tidak masalah. Aman untuk manusia,” jelas Prof Helmi.

Tim Khusus Tangani Wabah

Sementara itu, Dekan FKH UNAIR Prof Dr Mirni Lamid drh MP dalam sambutannya menyebut bahwa webinar yang dilakukan FKH untuk menjawab keresahan masyarakat. Selain itu, melalui dialog interaktif dapat didiskusikan secara menyeluruh mengenai PMK yang menjangkit hewan ternak. 

“Ini bisa didiskusikan secara menyeluruh dengan pemahaman, edukasi, terutama juga edukasi pada para dokter hewan, karena kita tahu dokter-dokter hewan di beberapa kabupaten ini banyak yang muda-muda juga,” tuturnya.

Kemudian, Prof Mirni mengungkapkan bahwa FKH UNAIR telah membentuk tim khusus untuk membantu mengatasi dan menangani wabah PMK di Jawa Timur. FKH UNAIR, tegasnya, telah membentuk tim pengabdian masyarakat untuk membantu penanganan wabah PMK di lapangan. Tim pengabdian masyarakat tersebut akan diterjunkan pada Sabtu (14/5/2022) di dua kabupaten yang terserang wabah PMK. 

“Sabtu besok, 14 mei 2022 kami sudah membentuk tim pengabdian masyarakat yang kami bagi dua di dua kabupaten yang akan terjun bersama-sama,” tuturnya.

Sebagai informasi, mengutip daeri CNN Indonesia, wabah PMK diketahui pertama kali dilaporkan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kemudian, ditemukan juga di Lamongan, Mojokerto, dan Sidoarjo. Tercatat setidaknya sebanyak 1.247 ekor hewan ternak telah terjangkit PMK. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menduga virus penyebab PMK pada ribuan hewan ternak berasal dari hewan impor ilegal. (*)

Penulis: Wiji Astutik

Editor: Binti Q. Masruroh