Universitas Airlangga Official Website

Ekonomi Digital dan Kesehatan sebagai Kolaborasi Epik Guna Tingkatkan Status Kesehatan Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Septriana Tangkary, SE, MM dalam pemaparan materi (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Septriana Tangkary SE MM selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menjadi salah satu narasumber dalam webinar series Rumpi Bareng Isu Kekinian I (RUBIK I). Webinar yang diselenggarakan pada Minggu (08/05/2022) oleh Departemen Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR itu mengangkat tajuk “Ekonomi Digital: Jembatan Peningkatan Status Kesehatan Indonesia”.

Septriana membacakan data pengguna internet yang kian meningkat di Indonesia, termasuk pada saat pandemi, sebagai indikasi adanya peralihan aktivitas masyarakat untuk menjadi lebih melek teknologi dan memanfaatkan internet. Ia juga menambahkan bahwa kenaikan signifikan itulah yang menjadi ruang tanggung jawab bagi kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang harapannya mampu menjadi pengampu tugas Government Public Relation (GPR).

“Di dalam Kemkominfo ini, kita juga bisa melihat bahwa seluruh program prioritas atau transformasi digital untuk menuju Indonesia lebih maju, di antaranya dengan pembangunan infrastruktur internet dari Sabang sampai Merauke karena kita berharap bahwa dengan kegiatan ini, bisa memberikan percepatan legislasi primer dan hubungan internasional,” papar Septriana.

Erat kaitannya dengan hubungan internasional sebagai salah satu luaran dari ekonomi digital, Septriana mengungkap beruntungnya Indonesia yang dapat dengan mudah memperoleh vaksin COVID-19 karena tergabung bersama negara-negara lain dalam Konferensi G20. 

“Ini ada 500 juta vaksin yang dikirim dari seluruh negara yang tadi saya sebutkan dan ini adalah kesempatan kita di mana kita bisa mendapat kesehatan yang lebih dari negara-negara lain. Dan harapan kita, ini adalah kolaborasi yang baik,” paparnya.

Indonesia kini tengah memasuki era disrupsi, lanjut Septriana, yaitu era kemudahan konsultasi dengan dokter beserta pelayan kesehatan lain tanpa harus bertatap muka. Pelayanan kesehatan tersebut, ujarnya, bisa dipesan menggunakan gawai dengan pembayarannya yang juga melalui teknologi sehingga akan sangat memudahkan masyarakat.

Septriana juga mewanti-wanti para peserta untuk tidak dengan mudah menyebarkan informasi pribadi yang terhubung dengan platform digital apapun, termasuk kesehatan. “Jangan memudahkan kita menyampaikan data pribadi kita atau di situ ada NIK kita yang dihubungkan kepada diri kita. Jadi, kita harus bisa berhati-hati dengan teknologi yang ada karena kadang-kadang kebocoran itu (bukan, red) hanya karena ketidak sengajaan, tapi karena ketidak hati-hatian yang seharusnya kita lakukan,” pesannya. 

Penulis: Leivina Ariani Sugiharto Putri

Editor: Nuri Hermawan