Universitas Airlangga Official Website

Perkuat Nilai Pancasila, Mahfud MD Silaturahim dengan Dewan Guru Besar UNAIR

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

UNAIR NEWS – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut tujuh kampus terpapar radikalisme, salah satunya ialah Universitas Airlangga. Tak hanya itu saja, pernyataan itu juga dikuatkan oleh SETARA Institute yang menyebut bahwa Universitas Airlangga menjadi satu dari 10 kampus di Indonesia yang terpapar oleh paham radikalisme. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator, Politik, Hukum dan Keamanan RI (Menko Polhukam RI), Mahfud MD mengadakan silaturahim dengan dewan guru besar di Universitas Airlangga, Sabtu (23/10). Dalam sambutannya, Prof. Mohammad Nasih, selaku Rektor Universitas Airlangga menyampaikan nilai-nilai pancasila di UNAIR terdapat dua pegangan yakni excellence dan morality.

“Value itu kita lanjutkan dalam beberapa jargon yang mempunyai nilai-nilai yang luar biasa dikemas dalam HEBAT,” ujar Prof. Nasih.

Dalam kesempatan itu, Prof. Nasih menyebut nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam bentuk integrasi. Setidaknya, Universitas Airlangga telah memadukan antara mata kuliah keagamaan dan kebangsaaan.

“Inilah implementasi nilai Pancasila yang tidak langsung kami terapkan di lingkungan UNAIR,” tandasnya.

Kegiatan bertajuk “Peranan Perguruan Tinggi dalam Internalisasi Ideologi Pancasila” ini diikuti oleh seluruh jajaran civitas akademika Universitas Airlangga. Menteri Koordinator, Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya di Universitas Airlangga yaitu tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo mengenai kemungkinan radikalisme di lingkungan kampus.

“Apa betul UNAIR yang dilingkungi oleh lingkungan yang agamis dan nasionalis ini terkena radikalisme kampus. Lalu untuk itu saya mengagendakan datang ke kampus-kampus yang hampir seluruhnya sudah saya datangi,” jelasnya.

Pada dasarnya, Mahfud MD menambahkan jika UNAIR telah mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dilingkungan kampus. Sebenarnya UNAIR juga sudah menempatkan agar seluruh kegiatan bingkai nasionalismenya ialah pancasila. Hal ini sesuai dengan slogan UNAIR yakni excellence with morality.

“Makanya ada excellence with morality itu kan intelektualnya tumbuh dan moralitasnya berkembang baik, nah moralitas kita dasarnya kan Pancasila,” ungkapnya.

Acara yang digelar secara hybrid di Aula Garuda Mukti dan disiarkan langsung di Kanal Youtube Resmi Universitas Airlangga ini menyedot perhatian dikarenakan Universitas Airlangga diisukan terindikasi sebagai kampus yang terpapar radikalisme.

“UNAIR adalah perguruan tinggi dibawah pemerintah yang tentu kesetiaannya pada Republik Indonesia ini tidak diragukan,” tegas Mahfud MD. (*).

Penulis : Dimas Bagus Aditya

Editor: Nuri Hermawan