S1 Ilmu Politik Wednesday, 06 January 2016 06:45

 

TENTANG PROGRAM STUDI S1 ILMU POLITIK

Program Studi Ilmu Politik (PSIP) pada Fakultas Ilmu ANdan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga dibuka secara resmi, kemudian mulai menerima mahasiswa pada tahun akademi 1982/1983 ketika kondisi perpolitikan Indonesia menjelang puncak otoritarian. Sebelum pembukaannya telah dilakukan serangkaian langkah persiapan yang dilandasi oleh suatu kesadaran dan keyakinan bahwa ilmu politik merupakan bidang kajian yang sangat diperlukan, baik untuk menjawab tantangan pembangunan yang dihadapi bangsa Indonesia maupun dalam rangka pengembangan peradaban manusia yang makin kualitatif pada umumnya, khususnya kualitas berdemokrasi.

 

Kajian politik yang merupakan kegiatan keilmuan yang mencakup analisis analisis mengenai proses pembentukan tujuan bersama dan pelaksanaannya dalam tindakan, serta peran peran individu dan kelompok di sana, tentu mudah dipahami arti pentingnya untuk dipelajari dan dikembangkan. Arti penting ini, antara lain, tampak nyata bila dikaitkan dengan tekad bersama bangsa Indonesia untuk mengembangkan demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, yang dapat diinterpretasi sebagai sistem politik yang berkarakteristik keindonesiaan tanpa mengabaikan prinsip prinsip demokrasi yang universal.

 

Dengan kesadaran seperti itu, pendidikan ilmu politik yang dikembangkan adalah pendidikan yang membebaskan dan bercorak antisipatif: menyiapkan dan menyongsong masa depan. PSIP-FISIP Universitas Airlangga senantiasa mendorong tumbuhnya pemikiran kritis dan memasilitasi segenap warganya untuk mengambil prakarsa dan berperan aktif dalam pengembangan masyarakat dan perubahan-perubahan politik. Sebagai konsekuensinya kadang juga ada yang menjadi korban pergolakan politik. Tetapi, sebaliknya, ketika perpolitikan Indonesia benar-benar mengalami perubahan menjadi demokratis banyak alumni yang berperan penting dan sukses berkarier di bidang politik dan/atau bidang-bidang lain yang berkaitan dengan politik.

 

Perubahan politik yang berlangsung amat cepat sejak satu dasawarsa belakangan ini telah membuka peluang sekaligus menantang kajian-kajian politik yang lebih variatif, lebih kreatif, lebih berkualitas, dan konstruktif demi memberikan kontribusi nyata bagi pemantapan kehidupan berdemokrasi yang efektif, sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia serta mempercepat peningkatan kesejahteraannya. Masih banyaknya keluhan dan kritikan (bahkan sinisme) terhadap proses-proses politik, kinerja institusi dan anggota badan perwakilan rakyat (DPR/DPRD), praktik-praktik pemilihan umum (nasional dan daerah), partai politik, birokrasi, peran serta politik warga negara, dan lain lain kiranya harus diartikan sebagai tantangan yang menunggu produk produk kajian politik yang lebih baik. Sebuah panggilan tanggung jawab yang sama sekali tidak dapat diabaikan oleh penyelenggara pendidikan ilmu politik.

 

Indonesia sebagai bangsa  besar dan mempunyai sejarah panjang, di satu sisi memiliki warisan historis yang sangat bernilai dan patut dibanggakan, tetapi juga harus diperkaya dan disesuaikan dengan perkembangan baru. Pengembangan politik Indonesia tentu tidak bisa dilakukan dengan menutup mata terhadap pengalaman bangsa bangsa lain yang telah lebih (dahulu) berhasil mengembangkan demokrasi dan kajian kajian politiknya. Karena itu, PSIP-FISIP Universitas Airlangga juga mendorong mahasiswa untuk terbuka, peka, dan banyak melakukan studi perbandingan untuk memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan, sehingga dapat menyeimbangkan antara kecenderungan universalitas ilmu pengetahuan dan relevansinya untuk kebutuhan kebutuhan kontekstual (nasional).

 

Dewasa ini, tantangan, kesadaran, sekaligus kebutuhan akan pentingnya pengembangan analisis analisis politik makin banyak seiring dengan tambah kompleksnya persoalan persoalan perubahan dan pembangunan yang berbasis pada hak asasi manusia, dan makin canggihnya teknik-teknik kontestasi politik akibat makin banyak dan seringnya praktik pemilu. Dalam konteks ini, nyaris tidak ada bidang kehidupan yang sama sekali terlepas tanpa kaitan dengan dunia politik. Pemecahan berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya – seperti globalisasi ekonomi, liberalisasi, investasi, perdagangan, ekspor impor, pengembangan teknologi, keragaman budaya, kebangsaan, etnisitas, lokalitas, kemiskinan, gender makin tidak dapat mengabaikan analisis analisis politik. Penyelenggaraan PSIP, karenanya merupakan sebuah panggilan dan tantangan yang menuntut kerja keras, dan dedikasi atau pengabdian serius.

 

VISI

“Menjadi pusat pendidikan keilmuan politik yang produktif, berkualitas tinggi, handal, kritis, terbuka, demokratis, konsisten memajukan keadilan dan kesejahteraan bersama.”

 

MISI

  • Menciptakan komunitas belajar yang kreatif, produktif, kritis dan bermutu tinggi, baik dalam bentuk lulusan maupun karya ilmiah, yang kompetitif;
  • Menciptakan institusi keilmuan yang unggul dalam pengkajian strategis, terutama di bidang pemantapan kehidupan berdemokrasi dan pengembangan masyarakat sipil;
  • Menciptakan institusi pendidikan terbuka yang memiliki jejaring kerjasama berskala luas, serta sanggup menjadi pelopor perubahan masyarakat;
  • Menyelenggarakan proses belajar-mengajar ilmu politik secara tertib, kreatif (termasuk mendayagunakan berbagai metode dan media pembelajaran), dan efektif;
  • Menjadikan kampus sebagai ruang publik yang peka dan responsif terhadap kemajemukan, menjunjung tinggi etika dan moralitas, serta sebagai sarana belajar dan tempat rujukan bagi masyarakat luas.

 

TUJUAN

Secara umum, pendidikan  yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Politik bertujuan: 

  • Memberikan pengetahuan akademik tentang konsep-konsep, teori-teori, metode dan prinsip-prinsip, termasuk memberikan latihan mengenai teknik-teknik penelitian dan analisis kritis dalam ilmu politik;
  • Memberikan dasar-dasar dan merangsang mahasiswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk bisa berpartisipasi secara aktif dan efektif dalam proses-proses demokratis;
  • Menyiapkan mahasiswa untuk berkarier di bidang-bidang yang berkaitan dengan politik. Dengan memberikan dasar-dasar konseptual, teoretis dan metodologis, serta pengalaman untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara tertulis dan lisan, serta kemampuan berfikir analitis diharapkan mahasiswa memiliki latar belakang yang memadai baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca sarjana, berkarier di bidang akademik, maupun untuk menjadi aktivis dan merintis peran kepemimpinan politik, serta bekerja pada organisasi-organisasi tingkat lokal, nasional, maupun internasional, pada perusahaan atau organisasi nir-laba, aktivis pemberdayaan masyarakat, atau media komunikasi massa, baik cetak maupun elektronik.

 

KURIKULUM

DOWNLOAD KURIKULUM PROGRAM STUDI ILMU POLITIK (S1)

 

STAF PENGAJAR

  1. A. Ramlan Surbakti (Drs., MA., PhD)
  2. H. Kacung Marijan (Drs., MA., Ph.D)
  3. Budi Prasetyo (Drs., MSi)
  4. Priyatmoko (MA)
  5. Wisnu Pramutanto (MSi)
  6. Haryadi (M.Si)
  7. Aribowo (MS)
  8. Sutrisno (MS)
  9. Muhamad Asfar (MSi)
  10. Kris Nugroho (MA)
  11. Dwi Windyastuti Budi Hendrarti (Dra., MA)
  12. Siti Aminah (MA)
  13. Airlangga Pribadi Kusman (S.IP., M.A.)

 

KONTAK FAKULTAS :

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Kampus B Universitas Airlangga
  • Jl. Dharmawangsa Dalam,  Surabaya, Indonesia 60286
  • Telepon : (031) 5011744, 5012442, 5017429, 5034015.
  • Fax : (031) 5047754
  • http://politik.fisip.unair.ac.id/