Rektor: Tidak Ada Ruang di UNAIR bagi Civitas yang Anti Pancasila Tuesday, 22 May 2018 02:03

Harkitnas

Rektor UNAIR menyaksikan deklarasi kecam dan lawan aksi terorisme oleh civitas UNAIR. (Foto: Feri Fenoria R)

UNAIR NEWS – Momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei selalu memberikan makna tersendiri bagi setiap anak bangsa. Civitas Universitas Airlangga memperingati 110 Tahun Hari Kebangkitan Nasional dengan menggelar upacara dan deklarasi bersama untuk mengecam dan melawan aksi terorisme pada Senin (21/5).

Berkenaan dengan insiden terorisme, UNAIR dengan sigap siap melawan oknum-oknum yang terlibat dalam aksi biadab itu. Terlebih dalam insiden teror bom di Surabaya yang baru saja terjadi, nama UNAIR kerap dikaitkan. Untuk itu, Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa UNAIR dengan tegas akan memberhentikan dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan yang memiliki misi untuk merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bagi dosen, mahasiswa, ataupun tenaga kependidikan yang memiliki misi tertentu dan memiliki sikap anti Pancasila, diminta untuk keluar dari barisan UNAIR,” ujar Prof. Nasih saat menyampaikan amanat pada upacara.

Selain itu, Guru Besar FEB UNAIR itu juga kembali menegaskan bahwa seluruh jajaran pimpinan UNAIR sangat tegas untuk melawan berbagai ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Tidak ada ruang di UNAIR bagi mereka yang tidak selaras dengan visi misi universitas dan upaya universitas untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan beradab,” tuturnya.

Berkenaan dengan beberapa informasi yang menyebutkan adanya civitas UNAIR yang terlibat pada organisasi yang anti Pancasila dan NKRI, Prof. Nasih mengatakan bahwa pihak UNAIR akan terus melakukan penelusuran dan jika terbukti, maka pihak UNAIR siap memberhentikan.

“Terlebih, bagi PNS di lingkungan UNAIR, jika terbukti melakukan sikap yang anti Pancasila, maka status sebagai PNS akan langsung dicabut,” imbuhnya.

Berkenaan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Prof. Nasih mengajak kepada seluruh civitas dan elemen bangsa untuk siap bangkit membangun negara dengan segenap potensi yang dimiliki.

“Mari, kita bangkit mengejar ketertinggalan, bangkin untuk melawan kebodohan, dan bangkit bersama untuk melawan segala bentuk terorisme,” pungkasnya.(*)

Sumber : http://news.unair.ac.id/2018/05/21/rektor-tidak-ada-ruang-di-unair-bagi-civitas-yang-anti-pancasila/

image_pdf  image_print

Tags : UNAIR, Universitas Airlangga, Berita dari UNAIR