Wayang Airlangga, Biar Generasi Millenial gak Hanya Tahu K-Pop Monday, 13 November 2017 01:24

UNAIR NEWS – Pertunjukkan wayang orang sebagai rangkaian penutup kegiatan Dies Natalis Universitas Airlangga (UNAIR) ke-63 digelar di Balai Pemuda, pada Sabtu malam (11/11). Seni peran yang ditampilkan kali ini mengangkat tema Prabu Airlangga. Tema tersebut diambil untuk lebih mengenalkan generasi millienial akan budaya Indonesia, dalam hal ini sejarah Prabu Airlangga.

“Seni panggung wayang orang yang menarik akan memberikan efek positif bagi para penonton. Khususnya, bagi anak muda. Agar lebih tertarik melestarikan budaya Indonesia,” ucap Saifullah Yusuf, wakil gubernur Jawa Timur, yang hadir dalam acara tersebut.

Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih mengatakan, apa yang dilakukan oleh Prabu Airlangga, baik perjuangan maupun perannya dalam sejarah, memiliki banyak nilai moral. Semua itu dapat menjadi teladan dalam aspek kepemimpinan.

“Gaya kepemimpinannya dalam mensejahterakan rakyat terangkum dalam lakon ini. Hal itu harus diketahui oleh generasi sekarang”, ucap Prof Nasih dalam sambutannya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNAIR yang juga penanggung jawab acara, Diah Arimbi, PhD, mengatakan, generasi milineal dapat menjadikan Prabu Airlangga sebagai contoh kongkret. “Airlangga berhasil menyatukan kerajaan-keraajaan kecil untuk membangun kerajaan yang lebih besar, dan itu terbukti bisa terealisasi dan berjalan dengan baik,” ucap Diah.

“Belajar sejarah itu tidak hanya monoton lewat buku. Namun juga bisa lewat media seni,” lanjutnya.

Selama ini, lakon dan tokoh sejarah yang ditampilkan di wayang orang umumnya Ramayana dan Mahabarata. Yang sifatnya fiksi. Mahabarata pun berasal dari India, sehingga bisa dikatakan sebagai cerita pinjaman. Padahal, banyak tokoh di Indonesia yang memiliki “aura” super hero, seperti halnya, Prabu Airlangga.

Para pemeran wayang orang berfoto bersama

Diah menambahkan, mengakarkan identitas bangsa adalah salah satu tujuan seni pertunjukan ini. Berusaha mengajak untuk menggali budaya sendiri. “Sehingga, generasi kekinian tidak hanya akrab dengan budaya K-Pop. Tokoh Airlangga dengan patih Narotama yang setia, bisa jadi teladan yang menarik dalam perspektif kearifan lokal,” paparnya. (*)

Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/11/12/wayang-airlangga-biar-generasi-millenial-gak-hanya-tahu-k-pop/

image_pdf  image_print