Rektor UNAIR Mewisuda 1.685 Lulusan, Diharapkan Kritis Terhadap Keadaan Monday, 11 September 2017 01:24

rektor

REKTOR memberikan ucapan selamat kepada seorang wisudawan dari Sekolah Pascasarjana, usai menerima ijasah dari Ketua Pascasarjana, dalam Wisuda UNAIR, Sabtu (9/9) di Gedung ACC UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA., didampingi para Dekan, Sabtu (9/9) mewisuda 840 lulusan UNAIR dari jenjang Vokasi (D-3) sampai Doktor (S-3). Ini merupakan hari pertama dari dua hari pelaksanaan wisuda edisi September 2017. Wisuda hari kedua akan dilaksanakan hari Minggu (10/9), melantik 845 lulusan UNAIR. Semua wisuda dilaksanakan di gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya.

Setiap pelaksanaan wisuda di UNAIR senantiasa berlangsung khidmat dan meriah. Di bagian awal dilaksanakan proses yang bersifat sakral; pelantikan oleh Rektor, pengucapan janji wisudawan sebagai alumni UNAIR, serta pemberian ijasah. Dalam pemberian ijasah ini Rektor didampingi dekan masing-masing.

Kemudian selesai memberikan sambutannya, Presidium Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA-UA) yang diwakili Hari Purnomo, SE., MBA., juga menyerahkan secara simbolis Kartu Anggota Alumni yang diwakili oleh Lucky Adhitiya (FST) dan Rofika Anggun Thursina (FKM). Kemudian dilanjutkan sambutan wakil wisudawan yang disampaikan oleh Gabrielia Febrianty Shofiana, SH.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih mengatakan, predikat sebagai mahasiswa adalah sangat membanggakan. Tetapi dengan keberadaan para lulusan UNAIR berada disini, maka harus siap untuk menanggalkan predikat yang membanggakan itu (sebagai mahasiswa). Untuk itu, selepas menanggalkan predikat sebagai mahasiswa itu, para alumni hendaknya segera memperoleh ganti predikat yang membanggakan pula, yakni pengabdian nyata di masyarakat.

”Dulu mahasiswa dikatakan sebagai agen perubahan, agent of change, hendaknya nanti juga tetap dipertahankan sebagai agen perubahan dan perkembangan di masyarakat. Kalau dulu dengan gerakan pemikirannya, sekarang dengan pengabdiannya yang nyata,” kata Pak Rektor.

rektor
DIANTARA wisudawan ketika melakukan swafoto (selfi) dengan teman duduk di kanan-kirinya. Foto itu kemudian diunggah ke berbagai sosmed UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

Rektor berharap alumni UNAIR kritis terhadap keadaan di sekitarnya. Segala persoalan diamati secara seksama, dianalisis dengan kompetensi keilmuan masing-masing, disimpulkan, lalu memberikan solusi yang selalu dikaitkan dengan moralitas. Intinya, tidak hanya pandai mengkritik tetapi tidak memberikan solusi yang konstruktif.

”Itulah tugas Anda (alumni yang diwidua – red) mulai hari ini sebagai insan yang berpendidikan dan bermoral. Sebab UNAIR tidak akan meluluskan mereka-mereka yang tidak bermoral dan tidak excellence. Sebab dengan lulus dengan excellence dan bermoral diyakini akan mampu menghadapi dan mengatasi tantangandan tanggungjawab kedepan,” kata Guru Besar FEB UNAIR itu.

Sebelum menutup sidang khusus untuk wisuda, Rektor juga mengajak untuk senantiasa hormat kepada orangtua dan atau yang membiayai kuliah. Rektor juga mengajak para wisudawan berswafoto (selfi) dengan teman duduk di kanan-kirinya, kemudian mengunggah ke berbagai media sosial UNAIR.

Dalam edisi wisuda UNAIR September 2017 ini, lulusan Fakultas Vokasi mendominasi jumlah lulusan yang dilantik, yakni mencapai 520 orang, kemudian disusul dari FISIP 187 wisudawan, dan dari Fakultas Farmasi 180 orang. Kemudian lulusan jenjang S-1 mencapai 901 orang, wisudawan S-2 (Master) 242 orang, dan wisudawan S-3 (Doktor) 22 orang. (*)

Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/09/09/rektor-unair-mewisuda-1-685-lulusan-diharapkan-kritis-terhadap-keadaan/

image_pdf  image_print