Menteri Susi ‘Titipkan’ Laut Indonesia kepada Para Ahli Saturday, 12 August 2017 10:49

Diskusi Ekonomi Maritim

Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti. (Foto: Helmy Rafsanjani)

UNAIR NEWS – Ratusan orang yang terdiri dari para akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pengamat kemaritiman memadati Aula Fadjar Notonegoro, lantai 2, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Jumat pagi (11/8). Mereka datang untuk menghadiri Orasi Ilmiah dan Talkshow bertajuk “Pembangunan Ekonomi Maritim” yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti merupakan bagian dari helatan acara Dies Natalis ke-56 fakultas tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak, CMA., berharap agar pemerintah, pelaku usaha dan akademisi dapat memformulasikan pembangunan ekonomi maritim yang mampu memberikan kesejahteraan bagi semua.

“Saya berharap agar pelaku usaha kemaritiman nanti bisa sejahtera seperti bu Susi. Dalam kuliah perekonomian kali ini, saya berharap agar Bu Susi juga bisa memberikan ide-ide kepada kami dalam hal pembangunan ekonomi kemaritiman,” tutur Nasih.

Usai sambutan, Nasih langsung memandu jalannya diskusi antara Susi dan peserta.

Dalam kesempatan itu, Susi menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang besar namun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah pencurian sumber daya kelautan oleh nelayan-nelayan asing.

Ketika diberi amanah oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai menteri, ia  bersama anak buahnya mencari regulasi yang mampu memotong rantai pencurian dengan cara menenggelamkan kapal-kapal asing.

“Kapal-kapal asing itu banyak yang melakukan transhipment di laut. Saya bilang kepada para duta besar agar kapal-kapal tersebut harus ke port. Masuk ke pelabuhan. Kalau tidak, saya tenggelamkan,” tegas Susi.

Susi menerangkan, penangkapan ikan oleh kapal-kapal asing sangat asimetris dengan kapabilitas peralatan tangkap ikan yang dimiliki kapal-kapal Indonesia. Ia mencontohkan, alat tangkap ikan berupa jejaring minimal berukuran 50 meter. Sedangkan, ribuan kapal asing secara ilegal setiap hari memasuki perairan Indonesia.

“Moratorium (investasi penangkapan ikan oleh asing) saya berlakukan selama enam bulan. Setelah itu saya perpanjang lagi. Kemudian saya bikin permen (peraturan menteri),” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Susi berpesan agar sivitas akademika UNAIR mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga laut Indonesia.

“Orang-orang dengan pendidikan lebih tinggi dan memiliki kewenangan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga laut Indonesia. Melalui forum diskusi ini, saya titipkan pengelolaan laut ini kepada Anda semua,” pesan Susi.

Selain diskusi, Menteri Susi dan Rektor UNAIR menandatangani kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi Bidang Perikanan dan Kelautan.(*)

Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/08/11/menteri-susi-titipkan-laut-indonesia-kepada-para-ahli/

image_pdf  image_print