Benang Jahit Operasi Berbahan Baku Getah Batang Pisang

Rektorat, 06-07-2012

Prestasi Lima Mahasiswa UNAIR

Lima mahasiswa Universitas Airlangga yaitu Satrio Adhitioso (Teknobiomedik 2009), Perwitasari F. Lazzary R. (Teknobiomedik 2008), Agung Budianto A. (Kedokteran Hewan 2008), Dwi Resti Ningrum (Kimia 2008) dan Ayu Wijayanti (Farmasi 2010) membuat temuan benang jahit operasi berbahan baku gel getah pisang.

Saat ditemui di FST Unair (3/7), mereka tengah berdiskusi dan menyiapkan bahan pembuatan. Mereka sibuk dengan adonan, cetakan dan benang jahit yang sudah jadi. Satrio menjelaskan keunggulan benang jahit operasi temuan mereka dapat diserap tubuh sehingga tidak perlu dibuka lagi. “Temuan kami semoga bisa menjadi jawaban atas kebutuhan benang jahit operasi yang selalu meningkat, sementara untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia masih mengimpor,” tegasnya.

Keunggulan lain juga ditambahkan oleh Perwita. “Benang jahit di pasaran hanya merekatkan dua tepi sisi luka, penyembuhannya dari dalam tubuh sendiri. Sedangkan dengan getah batang pisang ini, bisa membantu mempercepat penyembuhan,” tambahnya. Dia mengaku mendapatkan ide penelitian ini saat memeriksakan diri ke dokter gigi. “Dokter yang tahu kalau saya mahasiswa Teknobiomedik lalu menyarankan saya meneliti getah batang pisang sebagai biomaterial,” katanya. Dahulu, orang-orang memanfaatkan getah pohon pisang untuk mengobati luka dan lukanya cepat sembuh.

Benang jahit yang diberi nama 3in1 Suture tersebut terdiri dari getah batang pisang, asam glikolat, polivinil alkohol dan seng oksida sebagai anti mikroba yang mengawetkan benang. Mereka sudah menguji biomaterial benang jahit operasi ini dengan uji kualitatif, uji elastisitas, uji kelarutan dalam PBS (Phosfat Buffer Saline).

Dari uji kualitatif, didapatkan bahwa kandungan aktif dalam getah batang pisang adalah saponin, asam askorbat, plafonoid dan tannin punya banyak manfaat. Saponin membantu membersihkan kotoran dengan cara mengeluarkannya, sehingga membantu sterilisasi luka. Asam askorbat merangsang epitelisasi atau pembentukan jaringan epitel baru, sehingga luka cepat sembuh. Plafonoid sebagai antioksidan yang mengontrol inflamasi, sehingga nyeri, bengkak dan panas pada luka dapat berkurang. Tannin berfungsi melindungi sel-sel di sekitar jaringan yang luka sehingga tidak terkontaminasi bakteri maupun virus. 

Dari uji elastisitas, modulus young (modulus kekenyalan) bahan sebesar 2,386 GPa, lebih besar dibandingkan modulus young bahan benang jahit yang ada di pasaran yaitu 2,3 GPa. Uji kelarutan dalam PBS dilakukan untuk mengetahui kelarutan bahan dalam tubuh. PBS adalah cairan yang mempunyai struktur dan kandungan  menyerupai cairan tubuh. Hasil dari uji ini, bahan dapat larut dalam PBS dalam waktu 10 hari. 

Proses pembuatan benang jahit ini membutuhkan waktu 3 hari. Proses pemerasan getah dan pembuatan adonan selama sehari dan Proses mengeringkan adonan yang sudah dicetak dua hari. Mereka menjelaskan bahwa untuk sementara mereka hanya meneliti kelayakan getah pisang sebagai bahan baku benang jahit operasi. Mereka belum mengujicobakan benang yang mereka buat kepada makhluk hidup. Namun, mereka berencana mengembangkan penelitiannya untuk dapat digunakan pada manusia. 

Lewat temuan itu, mereka lolos menjadi kontingen Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2012 dengan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) berjudul “Paduan Gelombang Getah Batang Pisang dengan PGA (Poly Glicoloc Acid) sebagai Bahan Baku Benang Jahit Operasi yang Absorbable”. Ind

warta.unair.ac.id

by. PIH Unair


Relieve App, Tempat Curhat yang Tepat

Rektorat, 24-08-2015

Audrey Maximillian Herli

Curhat atau mencurahkan isi hati memang dibutuhkan oleh orang yang

Mengolah Singkong Jadi Makanan Sehat Berkelas

Rektorat, 03-08-2015

Annisa Pratiwi

Tak ada salahnya menggali kembali kekayaan sumber pangan di Indonesia

Pelopor Kue Cubit di Surabaya

Rektorat, 02-07-2015

Ratantyo Harinugroho

Berawal dari kangen jajanan masa kecil di kampung halamannya, tiga

S3 untuk Menyelesaikan S3 Sabar, Sabar dan Sabar

Rektorat, 12-06-2015

Dr Arman Anwar, SH., MH – Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Hukum

Disertasi berjudul “Prinsip Tanggung Gugat Dalam Praktik Kedokteran Telemedicine” dan IPK

Piye Kabare Enak Jamanku Toh

Rektorat, 12-06-2015

Zamrud Kondang Darajati, Wisudawan Terbaik S-2 FISIP

Masa kelam pemerintahan Soeharto tentu masih terbayang dalam benak masyarakat

Berkesempatan Belajar Teknologi Lingkungan di Jepang

Rektorat, 12-06-2015

Adelia Anju Asmara, Wisudawan Terbaik S1 FST

Adelia Anju Asmara, wisudawan terbaik S1 Fakultas Sains dan Teknologi,

Teliti Dengue dan Kloning Gen Penyembuh Luka

Rektorat, 12-06-2015

Amalia Labiqah, Wisudawan Terbaik S2 Kimia

Amalia Labiqah, wisudawan terbaik S2 Fakultas Sains dan Teknologi, berhasil

Jalani Kuliah Doktoral Lima Semester

Rektorat, 10-06-2015

Noeroel Widajati, Wisudawan Terbaik S-3 FKM

Kecelakaan kerja bisa menjadi momok yang mempengaruhi produktivitas pekerja. BPJS

Kembangan Stemcell untuk Kasus Ameloblastoma

Rektorat, 10-06-2015

David Buntoro Kamadjaja, Wisudawan Terbaik S3 Ilmu Kedokteran

David Buntoro Kamadjaja, drg., MDS., Sp.BM, menjadi wisudawan terbaik Pendidikan

Kaji Kepuasan Pengguna UNAIR Cybercampus

Rektorat, 10-06-2015

Aldilah Dwitya Putri, Wisudawan Terbaik S1 FEB UNAIR

Situs Cybercampus UNAIR yang beberapa tahun lalu telah digunakan sivitas

1 2 3 4 ... 127 Next >>