Profil Mahasiswa

  



Benang Jahit Operasi Berbahan Baku Getah Batang Pisang

Prestasi Lima Mahasiswa UNAIR

Lima mahasiswa Universitas Airlangga yaitu Satrio Adhitioso (Teknobiomedik 2009), Perwitasari F. Lazzary R. (Teknobiomedik 2008), Agung Budianto A. (Kedokteran Hewan 2008), Dwi Resti Ningrum (Kimia 2008) dan Ayu Wijayanti (Farmasi 2010) membuat temuan benang jahit operasi berbahan baku gel getah pisang.

Saat ditemui di FST Unair (3/7), mereka tengah berdiskusi dan menyiapkan bahan pembuatan. Mereka sibuk dengan adonan, cetakan dan benang jahit yang sudah jadi. Satrio menjelaskan keunggulan benang jahit operasi temuan mereka dapat diserap tubuh sehingga tidak perlu dibuka lagi. “Temuan kami semoga bisa menjadi jawaban atas kebutuhan benang jahit operasi yang selalu meningkat, sementara untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia masih mengimpor,” tegasnya.

Keunggulan lain juga ditambahkan oleh Perwita. “Benang jahit di pasaran hanya merekatkan dua tepi sisi luka, penyembuhannya dari dalam tubuh sendiri. Sedangkan dengan getah batang pisang ini, bisa membantu mempercepat penyembuhan,” tambahnya. Dia mengaku mendapatkan ide penelitian ini saat memeriksakan diri ke dokter gigi. “Dokter yang tahu kalau saya mahasiswa Teknobiomedik lalu menyarankan saya meneliti getah batang pisang sebagai biomaterial,” katanya. Dahulu, orang-orang memanfaatkan getah pohon pisang untuk mengobati luka dan lukanya cepat sembuh.

Benang jahit yang diberi nama 3in1 Suture tersebut terdiri dari getah batang pisang, asam glikolat, polivinil alkohol dan seng oksida sebagai anti mikroba yang mengawetkan benang. Mereka sudah menguji biomaterial benang jahit operasi ini dengan uji kualitatif, uji elastisitas, uji kelarutan dalam PBS (Phosfat Buffer Saline).

Dari uji kualitatif, didapatkan bahwa kandungan aktif dalam getah batang pisang adalah saponin, asam askorbat, plafonoid dan tannin punya banyak manfaat. Saponin membantu membersihkan kotoran dengan cara mengeluarkannya, sehingga membantu sterilisasi luka. Asam askorbat merangsang epitelisasi atau pembentukan jaringan epitel baru, sehingga luka cepat sembuh. Plafonoid sebagai antioksidan yang mengontrol inflamasi, sehingga nyeri, bengkak dan panas pada luka dapat berkurang. Tannin berfungsi melindungi sel-sel di sekitar jaringan yang luka sehingga tidak terkontaminasi bakteri maupun virus. 

Dari uji elastisitas, modulus young (modulus kekenyalan) bahan sebesar 2,386 GPa, lebih besar dibandingkan modulus young bahan benang jahit yang ada di pasaran yaitu 2,3 GPa. Uji kelarutan dalam PBS dilakukan untuk mengetahui kelarutan bahan dalam tubuh. PBS adalah cairan yang mempunyai struktur dan kandungan  menyerupai cairan tubuh. Hasil dari uji ini, bahan dapat larut dalam PBS dalam waktu 10 hari. 

Proses pembuatan benang jahit ini membutuhkan waktu 3 hari. Proses pemerasan getah dan pembuatan adonan selama sehari dan Proses mengeringkan adonan yang sudah dicetak dua hari. Mereka menjelaskan bahwa untuk sementara mereka hanya meneliti kelayakan getah pisang sebagai bahan baku benang jahit operasi. Mereka belum mengujicobakan benang yang mereka buat kepada makhluk hidup. Namun, mereka berencana mengembangkan penelitiannya untuk dapat digunakan pada manusia. 

Lewat temuan itu, mereka lolos menjadi kontingen Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2012 dengan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) berjudul “Paduan Gelombang Getah Batang Pisang dengan PGA (Poly Glicoloc Acid) sebagai Bahan Baku Benang Jahit Operasi yang Absorbable”. Ind

Minggu, 20-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla