Profil Mahasiswa

  



Bagi Waktu, Hati dan Pikiran

Yusnita Larashati, SS

Auditorium, Kampus C. Ditanya tentang hal apa yang harus segera dibenahi oleh almamater tercinta, wisudawan terbaik Unair kali ini, Yusnita Larashati, langsung menunjuk perpustakaan kampus. Menurutnya, baik buku yang tersimpan di ruang baca Fakultas maupun koleksi perpustakaan pusat, secara ekstrim, sudah pantas disebut sebagai “naskah kuno”.

“Tak hanya buku bacaan biasa. Beberapa buku yang memuat teori, juga banyak yang kurang up to date,” ujar Indonesia Sampoerna Best Student 2006 ini. Maklum saja, wisudawan terbaik Unair ini adalah Duta Bahasa Jawa Timur, sehingga ia menaruh perhatian lebih pada urusan kebahasaan.

Dalam kapasitasnya sebagai Duta Bahasa, Laras dilibatkan pada pembahasan RUU Kebahasaan oleh Pusat Bahasa Nasional. “Saat itu kita ikut membahas penggunaan perbahasaan di ruang publik. Sementara ini, kita merasa asing di ruang publik sendiri. Di sana kita berusaha menjadikan bahasa Indonesia jadi nomor satu, bahasa daerah nomor dua, dan bahasa asing jadi nomor tiga. Selain itu, ada juga upaya melestarikan bahasa ibu,” terang Laras seraya berkisah.

Kembali pada saran dan masukannya untuk Unair, Laras menginginkan adanya profesionalitas yang dipupuk untuk pelayanan terhadap mahasiswa. Menurut peraih IPK 3,67 pada prodi Sastra Indonesia Unair ini, pelayanan terhadap mahasiswa dirasa kurang. “Selain kurang ramah, kita ingin pelayanan yang cepat. Profesional itu harus sesuai dengan janji. Selain itu, harus ada transparansi nilai pada mahasiswa. Seluruh penilaian yang dikeluarkan dalam KHS, sebaiknya diumumkan secara terbuka,” kritik Laras.

Dalam pandangannya, Unair BHMN harus mampu menunjukkan posisi Unair yang lebih baik dari sebelumnya. “BHMN jangan sampai diplesetkan. Saya mendukung adanya transparansi. Dengan profesionalisme SDM Unair, maka kualitas mahasiswanya akan dapat ditonjolkan,” papar mantan Ketua BLM Fakultas Sastra ini.

Jika kampus sudah berbenah, lalu apa yang seharusnya dilakukan mahasiswa ? Menurut Laras, seperti idealnya sosok mahasiswa, selain sukses dalam studi, maka kita juga harus berani aktif dalam kegiatan ekstra. “Memang itu ada konsekwensinya. Saat kuliah dulu, saya sempat ditentang oleh orang tua, karena pulangnya jadi larut malam. Tapi selagi masih menjadi mahasiswa, kita butuh itu,” ujar gadis yang setiap harinya terbiasa melakukan perjalanan pulang pergi Surabaya-Gresik ini.

Dengan pengalaman organisasi, maka keberhasilan studi akan terasa lebih lengkap. Untuk itu, Laras menyarankan agar kita dapat pandai membagi waktu, hati, dan pikiran. “Selain itu, doa orang tua tetap kita perlukan,” tandas mantan Kahima Sastra Indonesia yang satu ini.

Pada akhirnya, alumnus Unair yang hobi membaca ini berharap, Unair BHMN benar-benar mampu membawa perubahan yang berujung pada peningkatan kualitas. Tidak identik dengan biaya mahal, dan mampu bersikap profesional.

Kamis, 17-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla