News Maker

Raih Gelar Doktor Termuda di Pemprov Jatim

05-12-2012 | PIH Unair

.

FISIP-Warta Unair

Staf Pengajar Badan Diklat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dr. Hary Wahyudi, SH, MSisumringah usai ujian doktor terbuka yang berlangsung Kamis, (29/11) diRuang Adi Sukadana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poli tik Universitas Airlangga (FISIPUnair). Hary merupakan doktor di bidang Ilmu Sosial Fisip Unairke-138 dan doktor ke-25 di lingkungan Pemprov Jawa Timur. Berkat usahanya menuntaskan program S3 di usia 44 tahun, ia menjadi doktor termuda di kalangan birokrat Pemprov Jawa Timur. “Masa studi saya selama lima tahun, awal kuliah September 2007 dan berakhir ujian tertutup 8 September lalu serta ujian terbuka Kamis minggu lalu,” kata pria kelahiran Kediri 44 tahun silam itu.

Ia menuturkan, selama merampungkan studinya, banyak hal yang menjadi hambatan. “Semasa studi atau saat penelitian untuk disertasi biasanya bersamaan dengan tugas mendadak dari pimpinan kantor,” ungkapnya. pernahjuga ia merasa bosan saat mengoleksi data melalui wawancara. “Pernah, subjek yang saya wawancarai enggan memberikan keterangan yang gamblang, biasanya ya saya ajak dia bergurau dan bercerita pengalaman sayadahulu ,” tuturbapak dua anak itu.

Teliti Pemasaran Politik

Disertasi Hary berjudul “Politik Presentasi Diri: Sebuah Studi Dramaturgi Pemasaran Politik denganLokus Kajian Pada Saat Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008” berhasil memperoleh predikat sangat memuaskan. Dalam sidang tersebut yang bertindak sebagai pimpinan sidang adalah Prof. Dr. Hotman Siahaan, Drs. dan Daniel Theodore Sparingga, Drs, MA, Ph.Dsebagai Ko Promotor .

Menurutnya, disertasi tentang dramaturgi pemasaran politik dipergunakan untuk menganalisa pada studi kasus kontestasi politik lokal pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2008 yang diikuti oleh lima calon gubernur. Pilgub tersebut kemudian berlanjut pada putaran II dan III yang diikuti oleh dua kandidat.

“Tema itu dipilih untuk mengembangkan studi pemasaran politik yang relatif masih baru, yakni baru berkembang pada saat demokrasi langsung. Saya berharap disertasi ini berkonstribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pemasaran politik yang dikaji dengan teori dramaturgi,” paparnya panjang.

Ia melanjutkan, temuan disertasinyamengoreksi teori dramaturgi Erving Goffman (1957)  yang membedakan antara panggung depan, pang gung belakang dan panggung luar. “Teori tersebut terkoreksi dengan membaurnyaposisi ketiga panggung, sehingga pembagian ketiga panggung menjadi tidak serapi dalam teori Goffman,” jelasnya.

Subjek yang diteliti Hary adalah tim sukses Sukarwo dan Khofifah saat Pilgub 2008.Ia menambahkan, s ebenarnya tidak ada tim performer, “Yang ada hanyalah kumpulan individu yang memiliki kepentingan sendiri-sendiri yang terselubung dengan penamaan masing-masing tim,” jelasnya.

Temuan lainnya, pemasaran politik tidak melulu bisa dikembangkan dengan teori pemasaran dalam ilmu manajemen. “Teori sosial ternyata lebih mapan posisinya bila digunakan daripada ilmu manajemen pemasaran,” pungkas pria yang merampungkan studi S1 hukumnya hanya 3,4 tahun di Universitas Jember.

Dalam sidang terbuka itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo hadir sebagai penguji eksternal yang telah mendapatkan persetujuan Fisip Unair. Selain sebagai penguji eksternal, dalam disertasi itu Soekarwo sekaligus menjadi subjek yang dteliti. Sukarwo memberikan ucapan selamat dan merasa bangga ada staf pengajar Diklat Pemprov Jatim yang bisa menjadi Doktor lulusan Unair. Kuz9

Kamis, 24-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla