Guru Besar

  



Unair dalam Kemandirian : Nasionalisme dan Pengembangan Penelitian Dasar

Prof. Dr. Indro Handojo, dr., SpPK (K.Im)

Guru Besar dalam Ilmu Patologi Klin
Tanggal Pengukuhan : --
Fakultas : Kedokteran
Pidato : Pengembangan Diagnosis dan Pencegahan Tuberkolosis melalui Pemetaan Epitop Esat-6

Lab. Patologi Klinik, RSUD dr. Soetomo. By knowledge a disease is detected. By understanding the disease is put under treatment. By wisdom the disease is cured and health is restored. When you learn from another, and you do not think, you will be perplexed. When you think but do not learn you will be in perill. Itulah sekelumit untaian kata dari Confucius yang dianut oleh salah seorang Guru Besar Unair kali ini. Prof. Dr. Indro Handojo, dr., SpPK (K.Im), pria kelahiran Probolinggo 1 Januari '39 ini telah 45 tahun mengenal Universitas Airlangga. Sehari-harinya beliau berkecimpung di dunia riset, dan beraktivitas di lantai II Ruang Penelitian Laboratorium Patologi Klinik RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Peraih brevet konsultan imunologi ini berpendapat bahwa pendidikan dan penelitian merupakan dua buah sisi yang tidak dapat terpisahkan. Penelitian memiliki peran penting dalam mendukung proses BHMN Unair. Dalam kemandiriannya, Unair harus mampu menekan sumber daya yang dimilikinya guna merespon pasar. Jadi kita harus mengembangkan program penelitian yang bernilai pasar. Penyandang Satyalencana Karya Satya 30 tahun ini, berharap agar IPTEK kita tidak menjadi hiasan menara gading. "Dengan kemandirian, kita dapat menghemat devisa dan mengurangi biaya import", tutur Raja Bintang Pelajar SMA Surabaya tahun 1958 ini. Menurut beliau, dunia penelitian sempat mengalami masa kelabu, yaitu di saat badai krismon melanda. Mahasiswa S2 atau S3 yang melakukan risetpun jadi turun dengan drastis. "Ini akibat bahan baku yang masih banyak tergantung dari luar", ujar beliau. Disamping itu, parameternya juga kurang tepat. Sebagai kalangan akademisi, harus mampu terus menghasilkan output yang bermanfaat bagi lingkungannya.

Boleh dibilang bahwa keberanian dalam melakukan riset adalah kata kunci keberhasilan. Dari ide yang kita dapat, perlu dilakukan sebuah penelitian pendahuluan. Setelah itu baru dilakukan orientasi pasar yang nantinya dapat memastikan sampai sejauh mana hasil penelitian tersebut benar-benar layak jual. "Hasil penelitian harus dibuat sebegiturupa, sehingga dibutuhkan", terang Guru Besar ilmu Patologi Klinik ini. Jadi sesuatu yang bernilai jual, sudah harus diperhatikan sebagai sebuah ladang penelitian.

Sementara itu sebagai pecinta almamater, Prof. Dr. Indro Handojo, dr., SpPK (K.Im) juga memiliki beberapa harapan. Dalam menyongsong era BHMN, Unair harus solid. Perwakilan Universitas harus dipersatukan, sehingga menghasilkan riset-riset yang handal dan berdaya guna bagi kepentingan Unair. "Banyak fakultas non FK yang sebenarnya sangat potensial, dan ini harus segera dipacu untuk menghasilkan riset," ujar beliau. Sepeti halnya program penelitian biomolekuler yang sedang beliau jalankan, penelitian yang bersifat basic harus terus digali. Menurut beliau, nantinya penelitian jenis tersebut dapat dikembangkan untuk kepentingan industri. Dalam hal ini beliau menganggap bahwa investasi di bidang pendidikan adalah suatu hal yang penting sebagai penunjangnya. Untuk itu, beliau menghimbau agar para mahasiswa Unair memperdalam bahasa dan nasionalismenya sebagai point penting dalam meraih keberhasilan. Sudah saatnya, seluruh elemen Unair melepas atribut masing-masing, dan segera mengembangkan riset bagi kesejahtreraan umat.

Menurut dokter yang pernah meneliti tentang tuberculosis ini, anak bangsa telah kehilangan semangat nasionalismenya. Padahal beliau memandang itu sebagai suatu yang utama. Dengan jiwa nasionalisme, tanpa adanya pertintah atau pengawasan dari siapapun juga, ia akan terus bekerja keras demi kemajuan bangsanya. Semangat patriotisme dan tak kenal lelah inilah yang sangat dibutuhkan dalam melakukan sebuah penelitian. Seperti kita ketahui, bahwa sebuah penelitian perlu waktu lama untuk menyelesaikannya dengan sempurna. Sedang dalam hal sumber daya, beliau rasa bangsa Indonesia tidak kalah berkualitas dengan bangsa lain. Jika semua bersatu dan punya motivasi tinggi, maka hasil penelitian akan mampu mensejahterakan umat dalam membantu mengatasi problematika hidup. Hasilnyapun juga punya nilai ekonomis yang sangat tinggi. Dengan demikian, harkat bangsa di mata dunia terangkat, sekaligus mengembangkan upaya perbaikan dalam mengatasi krisis. (ho*k).

Jumat, 25-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla