Guru Besar

  



Kemampuan Analisis dan Penguasaan Lapangan, sebagai Modal Kemandirian Mahasiswa

Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG.

Guru Besar dalam bidang Konservasi
Tanggal Pengukuhan : --
Fakultas : Kedokteran Gigi
Pidato : Perkembangan Sistem Adesif dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Rekat Bahan Restorasi

Pascasarjana, Kampus B, Unair. Pengalaman panjang sebagai pengajar di Universitas Airlangga, membawa Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. memiliki kepekaan dan perhatian yang mendalam terhadap dunia pendidikan. "Saya menjadi dosen sejak 1976, bahkan sebelum lulus saya sudah menjadi asisten", terang Guru Besar Ilmu Konservasi Gigi ini. Dalam hal ini beliau mengamati tentang kurangnya daya penalaran yang dimiliki oleh mahasiswa dewasa ini. "Keilmuan menurun, mereka lebih pandai mengumpulkan soal-soal saja", tutur Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. Menurut beliau, model soal multiple choice mempunyai pengaruh terhadap perkembangan tersebut di atas. Untuk itu, pria kelahiran Gresik ini berharap agar sistem check point tersebut bisa dikurangi bobotnya. "Terbukti pada saat ujian profesi, mahasiswa sangat minim penalarannya. Kurang mampu menganalisis fenomena", ujar dokter spesialis konservasi gigi yang satu ini. Dengan kemampuan analisis yang bagus, mahasiswa selebihnya akan dapat mendiagnosa studi kasus yang disodorkan kepadanya. Berikutnya, ide-ide maupun hasil penalaran tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tulisan.

Dalam hal ini, Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. juga menyoroti tentang pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menulis ilmiah. Sebaiknya sebelum dinyatakan lulus, para mahasiswa merapikan skripsi, tesis, atau disertasinya ke dalamn sebuah abstrak. Cuplikan dari karya-karya ilmiah tersebut, nantinya akan dapat dipublikasikan ke dalam sebuah jurnal ilmiah. "Tapi harus diakui bahwa telah muncul beberapa kendala di lapangan. Kebanyakan rangkuman yang mereka buat tidak memenuhi", ungkap beliau. Menurut ayah tiga putra ini, ada beberapa hal yang harus dipenuhi dalam mengubah skripsi atau tesis mahasiswa agar menjadi layak. Layak yang dimaksud adalah memenuhi kelayakan untuk dipublikasikan secara ilmiah. Tidak hanya kemampuan menulis saja yang diutamakan, namun teknik penulisan juga harus mampu mengisi kriteria tertentu agar bisa dimuat dalam sebuah jurnal ilmiah. "Yang terjadi adalah mahasiswa yang telah lulus sudah tidak memiliki tanggung jawab moral untuk itu. Dikarenakan tesis mereka sudah keluar nilainya, padahal manfaatnya sangat besar", tutur mantan ketua umum Pengurus Pusat Ikatan Konservasi Gigi Indonesia ini.

Bagi beliau, peningkatan mutu ilmiah sangatlah penting. Hal ini punya korelasi terhadap masa depan Universitas sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berada di tengah-tengah persoalan bangsa. "Idealnya tiap dosen menulis sebanyak 1-2 kali setahun", imbuh Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. Menurut beliau, program Pascasarjana sekalipun, bukanlah sebuah terminal. Yang terpenting adalah bagaimana hasil-hasil kajiannya dapat digunakan dan dinikmati oleh masyarakat luas. Sehubungan dengan hal tersebut, beliau menyarankan agar para mahasiswa selalu menambah referensinya. "Minat baca akan dapat mengembangkan olah kepustakaan kita," tutur staf khusus Direktur Pascasarjana Unair ini. Beliau juga setuju bahwa Universitas perlu segera mengembangkan sistem informasi yang dimilikinya. Dengan sistem informasi yang didukung oleh keterandalan teknologi, maka wacana keilmuan akan dapat diperdalam secara mandiri oleh para mahasiswa di luar bangku perkuliahan. "Disamping itu, sistem informasi yang bagus akan dapat membantu kelancaran proses manajerial maupun akademis", tambah Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. (ho*k).

Minggu, 20-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla