Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG.

Rektorat, 01-01-2007

Guru Besar dalam bidang Konservasi Fakultas Kedokteran Gigi

Perkembangan Sistem Adesif dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Rekat Bahan Restorasi

Kemampuan Analisis dan Penguasaan Lapangan, sebagai Modal Kemandirian Mahasiswa

Pascasarjana, Kampus B, Unair. Pengalaman panjang sebagai pengajar di Universitas Airlangga, membawa Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. memiliki kepekaan dan perhatian yang mendalam terhadap dunia pendidikan. "Saya menjadi dosen sejak 1976, bahkan sebelum lulus saya sudah menjadi asisten", terang Guru Besar Ilmu Konservasi Gigi ini. Dalam hal ini beliau mengamati tentang kurangnya daya penalaran yang dimiliki oleh mahasiswa dewasa ini. "Keilmuan menurun, mereka lebih pandai mengumpulkan soal-soal saja", tutur Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. Menurut beliau, model soal multiple choice mempunyai pengaruh terhadap perkembangan tersebut di atas. Untuk itu, pria kelahiran Gresik ini berharap agar sistem check point tersebut bisa dikurangi bobotnya. "Terbukti pada saat ujian profesi, mahasiswa sangat minim penalarannya. Kurang mampu menganalisis fenomena", ujar dokter spesialis konservasi gigi yang satu ini. Dengan kemampuan analisis yang bagus, mahasiswa selebihnya akan dapat mendiagnosa studi kasus yang disodorkan kepadanya. Berikutnya, ide-ide maupun hasil penalaran tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tulisan.

Dalam hal ini, Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. juga menyoroti tentang pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menulis ilmiah. Sebaiknya sebelum dinyatakan lulus, para mahasiswa merapikan skripsi, tesis, atau disertasinya ke dalamn sebuah abstrak. Cuplikan dari karya-karya ilmiah tersebut, nantinya akan dapat dipublikasikan ke dalam sebuah jurnal ilmiah. "Tapi harus diakui bahwa telah muncul beberapa kendala di lapangan. Kebanyakan rangkuman yang mereka buat tidak memenuhi", ungkap beliau. Menurut ayah tiga putra ini, ada beberapa hal yang harus dipenuhi dalam mengubah skripsi atau tesis mahasiswa agar menjadi layak. Layak yang dimaksud adalah memenuhi kelayakan untuk dipublikasikan secara ilmiah. Tidak hanya kemampuan menulis saja yang diutamakan, namun teknik penulisan juga harus mampu mengisi kriteria tertentu agar bisa dimuat dalam sebuah jurnal ilmiah. "Yang terjadi adalah mahasiswa yang telah lulus sudah tidak memiliki tanggung jawab moral untuk itu. Dikarenakan tesis mereka sudah keluar nilainya, padahal manfaatnya sangat besar", tutur mantan ketua umum Pengurus Pusat Ikatan Konservasi Gigi Indonesia ini.

Bagi beliau, peningkatan mutu ilmiah sangatlah penting. Hal ini punya korelasi terhadap masa depan Universitas sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berada di tengah-tengah persoalan bangsa. "Idealnya tiap dosen menulis sebanyak 1-2 kali setahun", imbuh Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. Menurut beliau, program Pascasarjana sekalipun, bukanlah sebuah terminal. Yang terpenting adalah bagaimana hasil-hasil kajiannya dapat digunakan dan dinikmati oleh masyarakat luas. Sehubungan dengan hal tersebut, beliau menyarankan agar para mahasiswa selalu menambah referensinya. "Minat baca akan dapat mengembangkan olah kepustakaan kita," tutur staf khusus Direktur Pascasarjana Unair ini. Beliau juga setuju bahwa Universitas perlu segera mengembangkan sistem informasi yang dimilikinya. Dengan sistem informasi yang didukung oleh keterandalan teknologi, maka wacana keilmuan akan dapat diperdalam secara mandiri oleh para mahasiswa di luar bangku perkuliahan. "Disamping itu, sistem informasi yang bagus akan dapat membantu kelancaran proses manajerial maupun akademis", tambah Prof. Dr. H. Ruslan Effendy, drg, MS. SpKG. (ho*k).

warta.unair.ac.id

by. hook


Prof. Dr. Suhartati, dr., MS.

Rektorat, 12-05-2014

Mewaspdai Defisiensi Glukosa – 6 Fosfat Dehidrogenase (G6PD) Dalam Upaya Mewujudkan Indonesia Sehat

“Minum obat malaria bisa menyebabkan anemia,” demikian tutur Prof. Dr.

Prof. Dr. Budi Susetyo Pikir, dr., Sp.PD., Sp.JP (K)

Rektorat, 21-10-2014

Pemanfaatan Sel Punca pada Penyakit Kardiovaskuler

Teknologi stem cell (sel punca) akhir-akhir ini semakin populer dalam

Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, SH., MH

Rektorat, 27-10-2014

Keseimbangan Versus Keadilan Dalam Kontrak” (Upaya menata Struktur Hubungan Bisnis dalam Perspektif Kontrak yang Berkeadilan)

Dalam orasi pengukuhannya bertajuk ”Keseimbangan Versus Keadilan Dalam Kontrak” (Upaya

Prof. Dr. Adioro Soetojo, drg, MS, SpKG (K)

Rektorat, 05-06-2012

Gigi berlubang pasti terasa sakit sekali. Untuk mengobatinya, jika karies

Prof. Dr. Jenny Sunariani, drg. M.S.

Rektorat, 10-02-2010

Makanan merupakan pangkal kesehatan kita, namun kesehatan tidak ditentukan dari

Prof. Dr. Tri Martiana, dr., MS

Rektorat, 27-10-2014

Revitalisasi K-3 Melalui Paradigma Sehat (Sebagai Optimalisasi Pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Hubungan Kerja)

Setiap pekerjaan di dunia ini hampir pasti tak ada yang

Prof. Dr. Achmad Sjarwani, dr., SpB,SpOT

Rektorat, 21-01-2010

Peran Ahli Orthopaedi dan Traumatologi dalam Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Kedokteran Olahraga

Dalam orasi pengukuhan berjudul ”Peran Ahli Orthopaedi dan Traumatologi dalam

Prof. Dr. Peter Agus, drg., Sp.BM (K)

Rektorat, 21-01-2010

Pendekatan Terkini Deteksi Dini Molekuler Ameloblastoma Rekuren dan Kanker Rongga Mulut

Jangan sembarang menyepelekan sariawan. Meskipun sepertinya penyakit yang simpel dan

Prof. Dr. Abdul Hafid Bajamal, dr., Sp.BS

Rektorat, 21-01-2010

Stroke
Perdarahan Sub-Arakhnoid; Masalah Diagnosis dan Penanganan: Tantangan dan
Pengembangan Ilmu Bedah Saraf Serebrovaskuler di Indonesia

Waspadai jika Anda merasa pusing mendadak dan sangat hebat, Jangan

Prof. Dr. Eman, SH., MS.

Rektorat, 16-09-2009

Asas Pemisahan Horisontal dalam Hukum Tanah Nasional

Dalam orasi ilmiahnya ketika dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Ilmu

1 2 3 4 ... 6 Next >>