Prof. Dr. Peter Agus, drg., Sp.BM (K)

Rektorat, 21-01-2010

Guru Besar Ilmu Bedah Mulut Fakultas Kedokteran Gigi

Pendekatan Terkini Deteksi Dini Molekuler Ameloblastoma Rekuren dan Kanker Rongga Mulut

Remehkan Sariawan Berakibat Fatal

Jangan sembarang menyepelekan sariawan. Meskipun sepertinya penyakit yang simpel dan bisa sembuh sewaktu-waktu, ada juga sariawan yang bisa mengarah menjadi tumor, bahkan kanker. “Harus waspada jika ada bercak putih di rongga mulut yang tidak sembuh meskipun sudah lewat dua minggu,” ungkap Prof. Dr. Peter Agus, drg., Sp.BM (K), Guru Besar Universitas Airlangga dalam bidang Ilmu Bedah Mulut.

Bercak putih semacam itu bisa jadi merupakan ciri awal kanker rongga mulut. Berbeda dengan sariawan yang terasa sakit, bercak putih ini tidak menimbulkan sakit sama sekali. Selain bercak putih, harus diwaspadai juga bila ada bercak merah di rongga mulut yang tidak bisa hilang setelah dua minggu. Bercak merah ini jauh lebih berbahaya karena penyebaran dan keganasannya lebih tinggi.

Berdasarkan data UNESCO, angka kematian akibat kanker rongga mulut adalah satu orang setiap hari di seluruh dunia. Data di Amerika Serikat bahkan menyebutkan kanker rongga mulut menyebabkan satu orang meninggal setiap jamnya. Kematian akibat kanker rongga mulut biasanya diakibatkan sel-sel kanker yang sudah sangat menyebar hingga ke paru-paru hingga menyebabkan sesak napas.

Menurut Prof. Peter, kanker rongga mulut bisa disebabkan berbagai macam, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bisa disebabkan karena ada perubahan genetika. Sedangkan faktor eksternal bisa disebabkan karena tembakau, alkohol, bahan karsinogenik, radiasi, virus HPV 16 dan HPV 18, serta pola diet rendah buah-buahan dan sayur-sayuran.

Dari semua faktor-faktor tersebut, Prof. Peter menganggap pola hidup masyarakat masa kini yang serba instan sebagai faktor utama pencetus kanker rongga mulut. Masyarakat sekarang terbiasa mengkonsumsi makanan instan dan cepat saji. Padahal makanan-makanan tersebut banyak mengandung bahan karsinogenik. Zat-zat tersebut mengundang virus HPV 16 dan HPV 18 sebagai pencetus kanker.

Sebenarnya tubuh manusia memiliki pertahanan tersendiri untuk mencegah penyakit dan dan virus. Menurut Prof. Peter, manusia bahkan memiliki gen anti kanker dalam darah. Namun karena pola hidup yang tidak sehat menyebabkan gen tersebut rusak, dan menyebabkan tumor mengganas dan menjadi kanker.

Selain itu, pola hidup masyarakat sekarang juga berbeda dengan dengan masyarakat masa lalu. Misalnya perilaku menyimpang akibat arus globalisasi yang tak terbendung. Prof. Peter mengatakan, beberapa kasusu kanker rongga mulut memiliki kesamaan dengan kanker serviks. Hal ini umumnya karena perilaku seksual yang menyimpang, seperti hubungan seks melalui mulut (oral).

Untuk mendeteksi dini dan mencegah kanker rongga mulut, Prof. Peter mewanti-wanti masyarakat agar memperhatikan keadaan tubuh, terutama bagian rongga mulut. Hal pertama yang bisa dideteksi dari kanker rongga mulut adalah adanya becak putih atau merah yang tidak bisa hilang. Cara kedua adalah deteksi lewat pemeriksaan molekuler atau lewat ludah. Cara kedua ini hanya bisa dilakukan di laboratorium atau rumah sakit.

“Masalahnya, pasien sering kali terlambat ditangani. Biasanya pasien datang ke rumah sakit dengan tumor atau kanker stadium lanjut,” ujar Prof. Peter. Karena itu, masyarakat diharapkan untuk rutin mengunjungi dokter gigi meskipun tidak ada keluhan. Jadwal kunjungan ke dokter gigi pun lebih baik ditingkatkan. Jika dulu hanya cukup enam bulan sekali, akan lebih baik jika ditingkatkan menjadi tiga bulan sekali.

warta.unair.ac.id

by. humas_ua


Prof. Dr. Suhartati, dr., MS.

Rektorat, 12-05-2014

Mewaspdai Defisiensi Glukosa – 6 Fosfat Dehidrogenase (G6PD) Dalam Upaya Mewujudkan Indonesia Sehat

“Minum obat malaria bisa menyebabkan anemia,” demikian tutur Prof. Dr.

Prof. Dr. Budi Susetyo Pikir, dr., Sp.PD., Sp.JP (K)

Rektorat, 21-10-2014

Pemanfaatan Sel Punca pada Penyakit Kardiovaskuler

Teknologi stem cell (sel punca) akhir-akhir ini semakin populer dalam

Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, SH., MH

Rektorat, 04-06-2010

Keseimbangan Versus Keadilan Dalam Kontrak” (Upaya menata Struktur Hubungan Bisnis dalam Perspektif Kontrak yang Berkeadilan)

Dalam orasi pengukuhannya bertajuk ”Keseimbangan Versus Keadilan Dalam Kontrak” (Upaya

Prof. Dr. Adioro Soetojo, drg, MS, SpKG (K)

Rektorat, 05-06-2012

Gigi berlubang pasti terasa sakit sekali. Untuk mengobatinya, jika karies

Prof. Dr. Jenny Sunariani, drg. M.S.

Rektorat, 10-02-2010

Makanan merupakan pangkal kesehatan kita, namun kesehatan tidak ditentukan dari

Prof. Dr. Tri Martiana, dr., MS

Rektorat, 10-02-2010

Revitalisasi K-3 Melalui Paradigma Sehat (Sebagai Optimalisasi Pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Hubungan Kerja)

Setiap pekerjaan di dunia ini hampir pasti tak ada yang

Prof. Dr. Achmad Sjarwani, dr., SpB,SpOT

Rektorat, 21-01-2010

Peran Ahli Orthopaedi dan Traumatologi dalam Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Kedokteran Olahraga

Dalam orasi pengukuhan berjudul ”Peran Ahli Orthopaedi dan Traumatologi dalam

Prof. Dr. Abdul Hafid Bajamal, dr., Sp.BS

Rektorat, 21-01-2010

Stroke
Perdarahan Sub-Arakhnoid; Masalah Diagnosis dan Penanganan: Tantangan dan
Pengembangan Ilmu Bedah Saraf Serebrovaskuler di Indonesia

Waspadai jika Anda merasa pusing mendadak dan sangat hebat, Jangan

Prof. Dr. Eman, SH., MS.

Rektorat, 16-09-2009

Asas Pemisahan Horisontal dalam Hukum Tanah Nasional

Dalam orasi ilmiahnya ketika dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Ilmu

Prof. Dr. H. Erry Gumilar Dachlan, dr., Sp. OG(K)

Rektorat, 29-07-2009

Karakteristik Preeklamsia-eklamsia Indonesia serta Penyebab Utama kematian Ibu Bersalin

Ibu hamil kini tampaknya harus lebih berhati-hati akan munculnya preeklamsia.

1 2 3 4 ... 6 Next >>