Headlines

Sambangi FKG Unair, Ilmuwan Jepang Paparkan Sel Punca

02-03-2013 | PIH Unair

FKG-Warta Unair

Ilmuwan Jepang dari Hiroshima University, Hidemi Kurihara memaparkan penelitiannya soal stem cell (sel punca)  untuk pasien penyakit jaringan penyangga gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG-Unair), Sabtu (2/3). Kuliah tamu itu diikuti para dokter gigi spesialis se-Surabaya dan beberapa kepala Prodi dan alumnus FKG Unair.

“Ada 80 persen dari total populasi di Jepang terkena penyakit periodontal (jaringan penyangga gigi),” ujar Hidemi saat menjadi dosen tamu bertempat di Ruang Kuliah A FKG Unair. Akibat penyakit itu, banyak pasien yang mengeluhkan gigi goyah hingga gusi yang turun akibat jaringan penyangga gigi mengalami kerusakan.

Hidemi lantas menjelaskan penelitiannya tentang transplantasi sel punca yang ia anggap merupakan terbosan terbaru dalam perawatan pasien penyakit jaringan penyangga gigi. “Stem cell transplantation ini gunanya untuk menumbuhkan sel dari bagian tubuh untuk regenerasi jaringan periodontal,” ujarnya.

Hidemi mengaplikasikan transplantasi sel punca pada orang dewasa berumur 32 tahun yang mengalami kerusakan pada tulang penyangga gigi yang mengakibatkan gigi goyah. Dalam penelitian itu, ia melakukan observasi selama empat tahun. “Hasilnya, sel punca bisa meregenerasi tulang penyangga gigi,” tegasnya. Sel punca yang ia ambil berasal dari bagian sumsum tulang belakang pasiennya sendiri lalu diproses dan diaplikasikan untuk menumbuhkan tulang penyangga gigi.

Sel punca di Jepang sudah banyak digunakan sebagai cara perawatan untuk menangani pasien. “Yang menarik adalah transplantasi sel punca tidak memiliki efek samping pada pasien. Tentunya saya berharap perawatan ini juga bisa dikembangkan di Indonesia.” tambah Hidemi.

Rintis Sel Punca

Di lain sisi,  Irma Josefina Savitri, drg.,Sp.Perio.,Ph.D yang dulu pernah belajar pada Hidemi Kurihara juga mengamini hal tersebut. “Diharapakan sel punca juga menjadi titik terang untuk pasien periodontal. Pasalnya, penanganannya saat ini di Indonesia masih merupakan perawatan yang radikal seperti gigi harus dicabut atau dioperasi. Sayangnya, banyak pasien yang menolak cara itu,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit penyangga gigi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dikeluhkan orang Indonesia selain karies atau gigi berlubang. “Keluhan gigi goyang, gigi tanggal tanpa rasa sakit, gusi yang turun, karang gigi hingga bau mulut merupakan ragam penyakit jaringan penyangga gigi,” papar drg. Irma.

“Bila di Jepang ada 80 persen penderita, saya yakin di Indonesia bisa lebih tinggi dari itu, bahkan bisa  sekitar 80-90 persen,” terangnya. Ia berharap sel punca bisa menjadi salah satu inovasi yang menjajikan untuk pasien muda maupun dewasa usia produktif yang mengalami keluhan gigi goyah atau tanggal.

“Memang di Indonesia belum digunakan sel punca, tapi Tim FKG Unair sudah mulai mengembangkan sel punca untuk bioengineering. Tentu “larinya” tidak akan secepat seperti di Jepang tapi ini merupakan cikal bakal perawatan serupa,” tegasnya. Harapannya, FKG Unair bisa memberikan perawatan sel punca untuk jaringan penyangga gigi yang menjanjikan di Indonesia.

Ditemui secara terpisah Wadek I FKG Unair Dr. R. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes menjelaskan Kuliah tamu itu merupakan rangkaian acara menyambut 85 tahun pendidikan dokter gigi di Surabaya. “Kami hadirkan beliau untuk memberi pemahaman dan wawasan terbaru tentang kedokteran gigi,” jelasnya.

Kuliah tamu itu, menurutnya juga merupakan bentuk kerja sama dengan Hiroshima University Jepang. “Selain beliau kami hadirkan dalam kuliah tamu, kami juga menjalin kerja sama pertukaran pelajar mulai dari join degree maupun short term. Bulan ini juga akan datang lima orang mahasiswa Jepang untuk studi di kampus kami (FKG) selama seminggu,” imbuhnya. Kuz9

 

Teks foto

Kuz9/warta Unair

Hidemi Kurihara saat memberikan pemaparan transplantasi sel punca untuk jaringan penyangga gigi, Sabtu (2/3) di FKG Unair.

New layer...

Kamis, 17-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla