Headlines

Timor Leste Gandeng Unair Cetak Dokter Spesialis

25-02-2013 | PIH Unair

Kantor Manajemen-Warta Unair

Beberapa tahun mendatang akan semakin banyak orang Timor Leste yang menuntut ilmu di Kota Surabaya. Hal itu dipastikan setelah Kementerian Kesehatan Republik Demokratis Timor Leste menandatangani nota kerjasama kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang akademik dan pendidikan terkait dengan kesehatan dasar dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam penandatanganan MoU di Ruang Rektor Unair, Senin (18/2) itu, pihak Republik Demokratis Timor Leste diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan Bidang Etika dan Pelayanan, Natalia de Araujo, SKM., sedangkan Unair diwakili oleh Rektor Prof. Dr. H. Fasich, Apt.

Menurut Prof. Fasich, Unair dengan pemerintah Timor Leste sepakat mencari peluang kerjasama dalam studi penelitian, juga dalam pendidikan kesehatan, khususnya untuk pendidikan dokter spesialis yang di Fakultas Kedokteran (FK) Unair. Namun juga tidak menutup kemungkinan kerjasama bidang yang lain, misalnya ke fakultas selain FK, serta program pertukaran budaya, pertukaran bahan penelitian, publikasi dan informasi, serta pengembangan program pendidikan dan kurikulum untuk Timor Leste.

”Mudah-mudahan kerjasama ini kedepan akan melahirkan manfaat untuk pengembangan antara kedua belah pihak, karena masyarakat Timor Leste juga saudara kita," kata Prof. Fasich.

Turut hadir pada penandatangan MoU ini itu, Direktur Nasional Sumberdaya Kementerian Kesehatan Timor Leste, Duarte Ximenes, Wakil Rektor III Unair Prof. Soetjipto, dr., MS., Ph.D., Dekan FK Unair Prof. Dr. Agung Pranoto, dr.,M.Sc.,  SpPD., K-EMD, FINASIM., Dekan FKG Unair Prof. H. R.M. Coen Pramono D, drg., SU., Sp.BM(K), Wakil Dekan I FK, Prof. Dr. Indri Safitri Mukono, dr., MS., Wakil Dekan III FK, Prof. Dr. Kuntaman, dr., SpMK, Ketua International Office and Partenr (IOP) Unair I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, MCA.

Baru 14 Spesialis

Menjawab pertanyaan wartawan, Wamenkes Timor Leste, Natalia de Araujo, SKM menjelaskan pihaknya memilih Unair karena dinilainya memilkiki kualitas, akreditasinya sangat diakui negara, serta semua program keahlian kedokteran yang dibutuhkan Timor Leste ada di Unair. Namun selain Unair, pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan UI, UGM, Unpad, Udayana, dan IIK Kediri. Bahkan untuk pendidikan dokter di luar negeri, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah Kuba, sudah ratusan dokter belajar disana.

”Dalam mengawali kerjasama dengan Unair ini Timor Leste mempersiapkan 20 orang dokter umum untuk ditugaskan belajar menempuh menjadi dokter spesialis di FK Unair, misalnya dokter spesialis penyakit dalam, kebidanan, bedah umum, anak, dan spesialis lain yang kami butuhkan,” kata Natalia.

Timor Leste sangat membutuhkan tenaga dokter. Saat ini, disana baru ada sekitar 600 orang dokter umum dan 14 orang dokter spesialis. Karena itu Natalia berharap dari kerja sama dengan Unair ini akan membantu negeri bekas provinsi ke-27 Indonesia ini memenuhi kebutuhan di bidang pembangunan kesehatan, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.

Kondisi kesehatan masyarakat di Timor Leste diakui berangsur membaik. Dimana saat ini ada satu rumah sakit kelas nasional, lima buah rumah sakit swasta, 13 rumah sakit tingkat kabupaten, dan Puskesmas tingkat kecamatan ada 65 buah, serta 120 unit puskesmas pembantu desa.

”Harapan kami tahun 2015 sebua desa di Timor Leste sudah ada seorang dokter,” kata Wamenkes Timor Leste itu mengakhiri perbincangan dengan wartawan. Bes

 

Teks foto:

BES/Warta Unair

Wamenkes Timor Leste Natalia de Araujo mengenakan syal khas Timor Leste kepada Rektor Unair Prof. Fasich usai penandatanganan MoU, Senin (18/2) di Kantor Manajemen Unair.

Kamis, 24-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla