Headlines

UACC Gerbang Menuju World Class University

16-09-2011 | humas_ua

Merubah sebuah sistem yang telah ada dalam kurun waktu lama tidaklah semudah membalikkan tangan. Kondisi inilah yang sekarang tengah dihadapi oleh Universitas Airlangga. Perubahan massive dalam sistem yang terkait dengan dunia akademik dilakukan demi mewujudkan tujuan Universitas Airlangga menjadi World Class University. Salah satu perubahan massive tersebut adalah dengan adanya Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan semua aktivitas agar dapat digunakan oleh stakeholder internal dan eksternal akademik secara on line untuk fungsi control, pengendalian dan analisa. Sejak mulai tahun 2010, telah dilaksanakan proses penerimaan dan registrasi mahasiswa baru, dan menjelang program perkuliahan semester 1 2011-2012, dicoba untuk melayani pengisian kartu rencana studi (KRS).

“Selama ini di Universitas Airlangga sudah ada SUSIAKAD, namun setelah dievaluasi ternyata penyelenggaraannya masih bersifat parsial. Selain itu masih ditemukan kesalahan karena masih bersifat manual. Patut dihargai kemauan pihak Universitas untuk memperbaiki sistem yang lama.” Jelas Dra. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Ph.D., Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP).

Banyak penilaian negatif yang terkait dengan perubahan sistem yang dilakukan Unair ini. Unair dianggap masih gagap dalam menjalankan sistem baru ini dalam salah satu kegiatan akademik, salah satu yang disoroti adalah KRS ONLINE yang saat ini berlangsung. Beberapa mahasiswa yang merasa belum siap dan tidak terbiasa dengan sistem baru ini menyampaikan keluhannya di portal grup yang dibuat oleh tim UACC di facebook, namun tidak sedikit pula yang merasa sistem ini sangat membantu proses akademik dan perkuliahan mereka.

“Untuk sebuah perubahan menuju yang lebih baik, anggap saja ini adalah cost yang harus kita keluarkan. Kami menampung semua keluhan dan berusaha melakukan quick response. UACC ini adalah satu langkah agar tercipta sebuah standarisasi dan integrasi yang menyeluruh di Universitas Airlangga.” Jelas Tjitjik lagi.

Dr. Ir. Soegianto Soelistiono, Direktur Sistem Informasi Universitas Airlangga, yang juga hadir dalam acara Audiensi antara BEM KM Unair dan tim UACC, menjelaskan bahwa apa yang terjadi di Universitas Airlangga ini wajar terjadi pada sebuah institusi yang melakukan perubahan sistem.

“UACC ini adalah sebuah proyek besar, yang terkait dengan pengelolaan data raksasa akademik. Target UACC ini rampung secara keseluruhan pada tahun 2012. Dan saat itu, Insyaallah Universitas Airlangga adalah satu-satunya universitas di Indonesia yang mempunya sistem terintegrasi seperti UACC. Di Universitas lain hanya dilakukan per fakultas saja.” Tambah Soegianto
Hingga (9/9) pukul 08.00 WIB sebanyak 90.02% mahasiswa telah melakukan KRS Online. Selebihnya menurut data sementara adalah mahasiswa yang telah mengikuti yudisium serta mereka yang memang belum mengerti dengan adanya sistem baru ini.

Keberanian untuk memutuskan mengubah sistem dari manual ke online yang telah dilakukan oleh tim UACC beserta segenap pimpinan Universitas Airlangga patut dihargai. Lompatan besar harus dilakukan untuk dapat mensejajarkan Universitas Airlangga dalam world class universities. Satu dua masalah yang muncul hari ini merupakan konsekuensi dari sebuah perubahan. Kendala yang ada kemudian bukan untuk melemahkan langkah Unair menjadi cyber campus tapi harus dijadikan sebuah pemicu untuk berbuat lebih baik bagi masyarakat dan bangsa.

Saatnya untuk tidak selalu fokus pada masalah, tetapi pada solusi. Universitas Airlangga Cyber Campus adalah gerbang bagi seluruh civitas akademika Universitas Airlangga untuk benar-benar menjadi World Class University. Tidak masalah mempunyai mimpi besar, karena dengan begitu mimpi itu yang akan membuat diri kita menjadi besar.

Kamis, 24-Apr-2014              


Agenda

    Profil Elvira Devinamira Wirayanti

    • KANTOR MANAJEMEN  – WARTA UNAIR

      Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center agaknya merupakan malam saat mimpi Elvira Devinamira Wirayanti menjadi nyata. Bagaimana tidak? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airla